Bobon Santoso Meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026, Harmoni Budaya di Tengah Ramadan
Sabtu, 07 Maret 2026 - 11:14 WIB
Arwin Nugraha Hutasoit, Head of Marketing PT Bintang Toedjoe, mengungkapkan kesannya saat hadir di tengah perayaan. Ia menilai Singkawang mampu menunjukkan bagaimana keberagaman dapat dirawat dengan baik.
“Singkawang menunjukkan bagaimana keberagaman bisa dirawat dengan baik. Di sini masyarakatnya tetap rukun, tetap menjaga budaya, dan saling menghormati. Ini energi positif yang nyata,” ujarnya.
Singkawang memang kerap disebut sebagai simbol harmoni. Masyarakat Tionghoa, Melayu, Dayak, dan berbagai etnis lainnya hidup berdampingan, saling menjaga tradisi masing-masing tanpa saling mengusik.
Cap Go Meh di kota ini bukan hanya agenda wisata budaya tahunan, tetapi juga wujud nyata nilai kebersamaan yang sudah mengakar kuat dalam keseharian warganya.
Hal tersebut juga tercermin dalam Indeks Kota Toleran versi SETARA Institute 2024 yang menempatkan Singkawang di peringkat kedua kota paling toleran di Indonesia, tepat di bawah Salatiga, dari 94 kota yang dinilai secara nasional.
Capaian tersebut bukan sekadar angka, tetapi menggambarkan ruang toleransi yang benar-benar dirawat dan dijaga bersama oleh masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan yang dirasakan masyarakat belakangan ini, Singkawang menghadirkan wajah Indonesia yang hangat dan menenangkan. Tradisi tetap hidup dan berkembang. Keberagaman tidak hanya diterima, tetapi juga dirayakan.
“Singkawang menunjukkan bagaimana keberagaman bisa dirawat dengan baik. Di sini masyarakatnya tetap rukun, tetap menjaga budaya, dan saling menghormati. Ini energi positif yang nyata,” ujarnya.
Singkawang memang kerap disebut sebagai simbol harmoni. Masyarakat Tionghoa, Melayu, Dayak, dan berbagai etnis lainnya hidup berdampingan, saling menjaga tradisi masing-masing tanpa saling mengusik.
Cap Go Meh di kota ini bukan hanya agenda wisata budaya tahunan, tetapi juga wujud nyata nilai kebersamaan yang sudah mengakar kuat dalam keseharian warganya.
Hal tersebut juga tercermin dalam Indeks Kota Toleran versi SETARA Institute 2024 yang menempatkan Singkawang di peringkat kedua kota paling toleran di Indonesia, tepat di bawah Salatiga, dari 94 kota yang dinilai secara nasional.
Capaian tersebut bukan sekadar angka, tetapi menggambarkan ruang toleransi yang benar-benar dirawat dan dijaga bersama oleh masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan yang dirasakan masyarakat belakangan ini, Singkawang menghadirkan wajah Indonesia yang hangat dan menenangkan. Tradisi tetap hidup dan berkembang. Keberagaman tidak hanya diterima, tetapi juga dirayakan.
Lihat Juga :