Angka Kematian Kanker di Indonesia Masih Tinggi, Fasilitas dan Penanganan Harus Ditingkatkan
Minggu, 05 April 2026 - 09:11 WIB
“Kami menyadari bahwa layanan kanker di Indonesia masih memiliki banyak aspek yang dapat ditingkatkan, dan kami berkomitmen untuk menjadi bagian dari transformasi tersebut. Kami menantikan pengalaman serta keahlian klinis mendalam dari UT MD Anderson dalam mendukung misi kami untuk memperluas akses, meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan harapan nyata bagi pasien yang membutuhkan,” ucap dia dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (31/3/2026).
Selain peningkatan kapasitas klinis, kemitraan ini juga akan memperkuat Hospital-Based Cancer Registry (HBCR) untuk pemantauan hasil pengobatan berbasis data. Di sisi lain, kerjasama tersebut juga menghasilkan program kanker payudara dan kanker paru yang komprehensif, mencakup deteksi dini, diagnosis, koordinasi terapi, layanan survivorship, serta sistem dukungan pasien.
Apalagi, pelayanan yang akan diberikan nantinya menggunakan pendekatan Multidisciplinary Team (MDT). Di mana pendekatan tersebut melibatkan kolaborasi dokter dari berbagai disiplin, termasuk bedah onkologi, onkologi medik, onkologi radiasi, radiologi, dan patologi.
Ia berharap, adanya kerjasama ini bisa memangkas kesenjangan akses medis pengobatan kanker sehingga pasien di Indonesia bisa mendapatkan perawatan berkualitas internasional tanpa harus ke luar negeri.
Selain peningkatan kapasitas klinis, kemitraan ini juga akan memperkuat Hospital-Based Cancer Registry (HBCR) untuk pemantauan hasil pengobatan berbasis data. Di sisi lain, kerjasama tersebut juga menghasilkan program kanker payudara dan kanker paru yang komprehensif, mencakup deteksi dini, diagnosis, koordinasi terapi, layanan survivorship, serta sistem dukungan pasien.
Apalagi, pelayanan yang akan diberikan nantinya menggunakan pendekatan Multidisciplinary Team (MDT). Di mana pendekatan tersebut melibatkan kolaborasi dokter dari berbagai disiplin, termasuk bedah onkologi, onkologi medik, onkologi radiasi, radiologi, dan patologi.
Ia berharap, adanya kerjasama ini bisa memangkas kesenjangan akses medis pengobatan kanker sehingga pasien di Indonesia bisa mendapatkan perawatan berkualitas internasional tanpa harus ke luar negeri.
(wur)
Lihat Juga :