Angka Kematian Kanker di Indonesia Masih Tinggi, Fasilitas dan Penanganan Harus Ditingkatkan

Minggu, 05 April 2026 - 09:11 WIB
Tidak hanya itu, kondisi tersebut juga diperparah dengan jumlah dokter spesialis onkologi radiasi yang hanya sekitar 135 dokter dimana persebarannya masih terpusat di Pulau Jawa. Kondisi tersebut membuat berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta termasuk rumah sakit yang melayani pengobatan jantung terus berupaya menambah fasilitas pelayanan guna menekan angka kematian akibat kanker di Indonesia.

Salah satunya seperti yang dilakukan MRCCC Siloam Semanggi. Menggandeng The University of Texas MD Anderson Cancer Center (UT MD And Anderson) selaku pusat kanker terkemuka dunia asal Amerika Serikat, mereka memberikan panduan strategis (advisory) dan klinis guna meningkatkan standar layanan kanker di Indonesia, khususnya untuk kanker payudara dan paru yang mencatat 104.000 kasus gabungan setiap tahunnya.

Berfokus pada penguatan Multidisciplinary Team (MDT), para ahli dalam kerjasama program ini bakala menyusun rencana perawatan yang personal bagi setiap pasien untuk menghindari keterlambatan terapi.

Baca Juga : Ini 3 Cara Penanganan Kanker Payudara Selain Kemoterapi

Executive Director MRCCC Siloam Semanggi, dr. Edy Gunawan mengatakan bahwa kolaborasi ini memang ditujukan untuk menambah fasilitas layanan bagi pasien penyakit kanker di Indonesia di tengah angka kematian akibat kanker yang dinilai masih cukup tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!