Joko Anwar Berani Kritik Pemerintah di 'Ghost in The Cell', Ini Alasannya!
Kamis, 09 April 2026 - 20:10 WIB
Tim kreatif kemudian mencoba merangkum berbagai fenomena yang terjadi di Indonesia ke dalam satu cerita yang merepresentasikan kondisi sosial secara luas. Menurut Joko Anwar, satu kata yang terus muncul selama pengembangan cerita adalah “absurd”.
Ia menilai berbagai fenomena di Indonesia justru semakin terasa di luar nalar. Mulai dari korupsi ratusan triliun hingga lain sebagainya.
“Korupsi ratusan triliun, kita semua tenang-tenang saja. Itu sudah absurd banget,” katanya.
Konsep tersebut yang kemudian diterjemahkan ke dalam cerita film yang memadukan berbagai genre, mulai dari komedi hingga horor, sebagai refleksi kehidupan masyarakat. Film ini juga mengusung metafora kuat, di mana penjara digambarkan sebagai representasi negara, sementara para tahanan adalah warga negara itu sendiri.
Baca Juga : Kegelisahan Sosial Joko Anwar Jadi Nyawa 'Ghost in the Cell' : Kami Masih Terpenjara
Ia menilai berbagai fenomena di Indonesia justru semakin terasa di luar nalar. Mulai dari korupsi ratusan triliun hingga lain sebagainya.
“Korupsi ratusan triliun, kita semua tenang-tenang saja. Itu sudah absurd banget,” katanya.
Konsep tersebut yang kemudian diterjemahkan ke dalam cerita film yang memadukan berbagai genre, mulai dari komedi hingga horor, sebagai refleksi kehidupan masyarakat. Film ini juga mengusung metafora kuat, di mana penjara digambarkan sebagai representasi negara, sementara para tahanan adalah warga negara itu sendiri.
Baca Juga : Kegelisahan Sosial Joko Anwar Jadi Nyawa 'Ghost in the Cell' : Kami Masih Terpenjara
Lihat Juga :