Primaria Fest 2026 Siap Ramaikan Indonesian Bounce Music di Indonesia
Rabu, 29 April 2026 - 17:05 WIB
Kategori tiket dibagi menjadi Gercep (presale), Warga Rajin (early bird), dan Warga & Sultan (reguler). Harga ini dirancang tetap terjangkau bagi masyarakat, dengan nilai lebih melalui pengalaman interaktif yang ditawarkan.
“Lebih dari sekadar hiburan, festival kami ingin membangun kebanggaan terhadap musik lokal sebagai bagian dari identitas generasi masa kini Indonesia. Dengan konsep yang menggabungkan musik, pengalaman, dan interaksi, PRIMARIA FEST menargetkan diri menjadi festival Indonesian Bounce Music terbesar di Indonesia,” ungkap Reza.
Selain festival utama, PRIMARIA FEST juga menghadirkan rangkaian Pemanasan (road to) di berbagai kota seperti Semarang, Jakarta Timur, Karawang, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, hingga Tegal. Kegiatan ini mencakup DJ performance, karaoke koplo, dan pengalaman personal yang membangun kedekatan dengan audiens.
Reza menutup, PRIMARIA FEST hadir dengan tujuan utama mengangkat Indonesian Bounce Music menjadi arus utama atau mainstream cultural movement, membangun ruang ekspresi tanpa stigma, mendorong koneksi antara artis, komunitas, dan audiens, serta menjadikan festival sebagai ruang kolektif bagi masyarakat.
“Lebih dari sekadar hiburan, festival kami ingin membangun kebanggaan terhadap musik lokal sebagai bagian dari identitas generasi masa kini Indonesia. Dengan konsep yang menggabungkan musik, pengalaman, dan interaksi, PRIMARIA FEST menargetkan diri menjadi festival Indonesian Bounce Music terbesar di Indonesia,” ungkap Reza.
Selain festival utama, PRIMARIA FEST juga menghadirkan rangkaian Pemanasan (road to) di berbagai kota seperti Semarang, Jakarta Timur, Karawang, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, hingga Tegal. Kegiatan ini mencakup DJ performance, karaoke koplo, dan pengalaman personal yang membangun kedekatan dengan audiens.
Reza menutup, PRIMARIA FEST hadir dengan tujuan utama mengangkat Indonesian Bounce Music menjadi arus utama atau mainstream cultural movement, membangun ruang ekspresi tanpa stigma, mendorong koneksi antara artis, komunitas, dan audiens, serta menjadikan festival sebagai ruang kolektif bagi masyarakat.
(nnz)
Lihat Juga :