Bukan Sekadar Tradisi! Ini Manfaat Puasa Mutih yang Dilakukan Syifa Hadju sebelum Menikah
Minggu, 03 Mei 2026 - 14:05 WIB
Tak jarang, calon pengantin juga merasakan penurunan berat badan selama menjalani puasa ini, sehingga membantu meningkatkan rasa percaya diri menjelang hari pernikahan.
Selain itu, pola makan sederhana selama puasa mutih juga dapat membantu menstabilkan kadar gula dan mengurangi risiko peradangan dalam tubuh.
Dengan konsumsi yang minim bahan tambahan, tubuh cenderung lebih mudah menyerap nutrisi dasar dari makanan yang dikonsumsi, meskipun tetap perlu diperhatikan agar tidak dilakukan terlalu ekstrem atau tanpa pengawasan.
Baca Juga : Pesona Syifa Hadju di Resepsi El Rumi, Makeup Soft Glam dan Gaun Tex Saverio Bikin Terpukau
Dari sisi mental dan emosional, puasa mutih sering dikaitkan dengan proses refleksi diri. Calon pengantin yang menjalani puasa ini biasanya juga diiringi dengan niat untuk membersihkan pikiran, menenangkan diri, dan mempersiapkan mental menghadapi kehidupan baru setelah menikah. Dalam konteks ini, puasa mutih menjadi semacam ritual untuk meningkatkan kesabaran, pengendalian diri, serta fokus pada tujuan pernikahan itu sendiri.
Tak hanya itu, bagi sebagian orang, puasa mutih juga memiliki makna spiritual. Tradisi ini dianggap sebagai bentuk pendekatan diri kepada Tuhan, memohon kelancaran, serta keberkahan dalam pernikahan yang akan dijalani. Kombinasi antara pembatasan fisik dan niat spiritual ini dipercaya dapat memberikan ketenangan batin bagi calon pengantin.
Selain itu, pola makan sederhana selama puasa mutih juga dapat membantu menstabilkan kadar gula dan mengurangi risiko peradangan dalam tubuh.
Dengan konsumsi yang minim bahan tambahan, tubuh cenderung lebih mudah menyerap nutrisi dasar dari makanan yang dikonsumsi, meskipun tetap perlu diperhatikan agar tidak dilakukan terlalu ekstrem atau tanpa pengawasan.
Baca Juga : Pesona Syifa Hadju di Resepsi El Rumi, Makeup Soft Glam dan Gaun Tex Saverio Bikin Terpukau
Dari sisi mental dan emosional, puasa mutih sering dikaitkan dengan proses refleksi diri. Calon pengantin yang menjalani puasa ini biasanya juga diiringi dengan niat untuk membersihkan pikiran, menenangkan diri, dan mempersiapkan mental menghadapi kehidupan baru setelah menikah. Dalam konteks ini, puasa mutih menjadi semacam ritual untuk meningkatkan kesabaran, pengendalian diri, serta fokus pada tujuan pernikahan itu sendiri.
Tak hanya itu, bagi sebagian orang, puasa mutih juga memiliki makna spiritual. Tradisi ini dianggap sebagai bentuk pendekatan diri kepada Tuhan, memohon kelancaran, serta keberkahan dalam pernikahan yang akan dijalani. Kombinasi antara pembatasan fisik dan niat spiritual ini dipercaya dapat memberikan ketenangan batin bagi calon pengantin.
Lihat Juga :