Film 'Berbagi Suami 2.0' Tayang 2027, Angkat Luka Perselingkuhan dan Poligami Era Media Sosial
Selasa, 26 Mei 2026 - 10:41 WIB
Alih-alih menjadi sekuel langsung film sebelumnya, Berbagi Suami 2.0 hadir sebagai karya baru. Film ini tetap mempertahankan tiga karakter utama dengan dinamika keluarga yang berbeda. Benang merah cerita masih berbicara tentang poligami dan ketimpangan relasi dalam keluarga.
Namun, konflik yang dihadirkan kini terasa lebih dekat dengan realitas era digital. Nia Dinata yang juga menulis skenario menilai, luka emosional sering dianggap hal biasa masyarakat. “Film ini mengajak penonton merasakan dampak yang sering disembunyikan,” ujarnya.
Baca Juga : Warren Tanoesoedibjo Siapkan Proyek Film Berbasis AI yang Berkualitas
Menurut Nia Dinata, era digital membuat persoalan rumah tangga berkembang menjadi sensasi media sosial. Banyak luka emosional hubungan justru dinormalisasi dan dianggap persoalan biasa sehari-hari. Padahal, dampaknya dapat berlangsung panjang bagi perempuan maupun anak dalam keluarga tersebut.
Karena itu, film ini mencoba membuka perspektif lebih dalam mengenai relasi keluarga modern. Cerita tidak dibangun untuk menghakimi, melainkan menghadirkan refleksi sosial yang lebih manusiawi.
Namun, konflik yang dihadirkan kini terasa lebih dekat dengan realitas era digital. Nia Dinata yang juga menulis skenario menilai, luka emosional sering dianggap hal biasa masyarakat. “Film ini mengajak penonton merasakan dampak yang sering disembunyikan,” ujarnya.
Baca Juga : Warren Tanoesoedibjo Siapkan Proyek Film Berbasis AI yang Berkualitas
Menurut Nia Dinata, era digital membuat persoalan rumah tangga berkembang menjadi sensasi media sosial. Banyak luka emosional hubungan justru dinormalisasi dan dianggap persoalan biasa sehari-hari. Padahal, dampaknya dapat berlangsung panjang bagi perempuan maupun anak dalam keluarga tersebut.
Karena itu, film ini mencoba membuka perspektif lebih dalam mengenai relasi keluarga modern. Cerita tidak dibangun untuk menghakimi, melainkan menghadirkan refleksi sosial yang lebih manusiawi.
(wur)
Lihat Juga :