Peringatan WDHD 2026, Orang Tua Diajak Pahami Kesehatan Saluran Cerna Anak
Minggu, 31 Mei 2026 - 06:46 WIB
Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), FISQua - Dokter Spesialis Anak Konsultan Subspesialis Gastrohepatologi Anak menjelaskan, saluran cerna anak bukan hanya organ pencernaan, melainkan sistem yang kompleks dan terus berkembang. “Keseimbangan mikrobiota usus sangat penting karena berpengaruh besar terhadap penyerapan nutrisi dan kenyamanan anak sehari-hari,” katanya, Minggu (31/5/2026).
Jika keseimbangan ini terganggu sejak dini, kondisi tersebut dapat berdampak pada gangguan pencernaan berulang hingga memengaruhi tumbuh kembang anak. Kondisi ini juga menjadi perhatian banyak orang tua, karena ketika kesehatan saluran cerna anak terganggu, dampaknya kerap terlihat dalam keseharian anak.
Anak dapat menjadi kurang nafsu makan (low appetite), lebih rewel atau kurang nyaman (not in a good mood), hingga pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal.
Kekhawatiran orang tua terhadap kondisi seperti ini menunjukkan bahwa kesehatan saluran cerna bukan hanya isu medis, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas hidup anak dan keluarga secara keseluruhan. Oleh karena itu, upaya pencegahan serta menjaga kesehatan saluran cerna sejak dini menjadi langkah penting untuk mendukung anak tetap nyaman, aktif, serta mencapai tumbuh kembang yang optimal. ”Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan saluran cerna adalah melalui pemenuhan nutrisi yang tepat, termasuk asupan prebiotik,” ujarnya.
Prebiotik merupakan komponen pangan yang berfungsi sebagai “makanan” bagi bakteri baik di usus. Kombinasi Triple Prebiotics seperti FOS, GOS, dan inulin diketahui dapat mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri baik, seperti Ruminococcaceae, Bifidobacterium, dan Lactobacillus.
Jika keseimbangan ini terganggu sejak dini, kondisi tersebut dapat berdampak pada gangguan pencernaan berulang hingga memengaruhi tumbuh kembang anak. Kondisi ini juga menjadi perhatian banyak orang tua, karena ketika kesehatan saluran cerna anak terganggu, dampaknya kerap terlihat dalam keseharian anak.
Anak dapat menjadi kurang nafsu makan (low appetite), lebih rewel atau kurang nyaman (not in a good mood), hingga pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal.
Kekhawatiran orang tua terhadap kondisi seperti ini menunjukkan bahwa kesehatan saluran cerna bukan hanya isu medis, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas hidup anak dan keluarga secara keseluruhan. Oleh karena itu, upaya pencegahan serta menjaga kesehatan saluran cerna sejak dini menjadi langkah penting untuk mendukung anak tetap nyaman, aktif, serta mencapai tumbuh kembang yang optimal. ”Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan saluran cerna adalah melalui pemenuhan nutrisi yang tepat, termasuk asupan prebiotik,” ujarnya.
Prebiotik merupakan komponen pangan yang berfungsi sebagai “makanan” bagi bakteri baik di usus. Kombinasi Triple Prebiotics seperti FOS, GOS, dan inulin diketahui dapat mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri baik, seperti Ruminococcaceae, Bifidobacterium, dan Lactobacillus.
Lihat Juga :