Jangan Cuma Istri, Suami Juga Harus Periksa Kesuburan saat Program Hamil
Senin, 22 Juni 2026 - 19:00 WIB
Saat menjalani program hamil, pria juga harus diperiksa kesuburannya. Foto: Conceivio
JAKARTA - Masih banyak suami yang merasa gengsi untuk memeriksakan kesuburannya saat menjalani program hamil. Padahal, pemeriksaan sperma menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebab sulit hamil.
Dokter spesialis kandungan dr. Fajar Alam menegaskan bahwa pemeriksaan kesuburan pada suami, termasuk tes sperma, sangat penting dilakukan karena faktor pria menyumbang sekitar 40-50 persen kasus infertilitas .
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau spesialis kandungan sekaligus influencer kesehatan, dr. Fajar Alam mengatakan bahwa sabgat penting bagi pasangan untuk menyadari bahwa tanggung jawab pemeriksaan kesuburan harus dibagi secara adil. Hal itu diungkapkan oleh dirinya dalam unggahan video di akun instagramnya.
Baca Juga : 10-15 Persen Pasangan Usia Subur Alami Infertilitas, Wamenkes Dante Buka Suara
Ia menyebut bahwa suami juga harus diperiksa kesuburannya jika belum memiliki anak selama satu tahun. Padahal upaya berhubungan sudah sering dilakukan.
"Kapan suami wajib diperiksa kesuburannya? Jangan hanya periksa istri aja ya. Suami juga harus diperiksa kesuburannya apabila sudah satu tahun menikah, tapi belum juga hamil. Tanpa KB, tapi juga belum hamil," kata dr. Fajar Alam, dikutip Jumat (19/6/2026).
Dokter spesialis kandungan dr. Fajar Alam menegaskan bahwa pemeriksaan kesuburan pada suami, termasuk tes sperma, sangat penting dilakukan karena faktor pria menyumbang sekitar 40-50 persen kasus infertilitas .
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau spesialis kandungan sekaligus influencer kesehatan, dr. Fajar Alam mengatakan bahwa sabgat penting bagi pasangan untuk menyadari bahwa tanggung jawab pemeriksaan kesuburan harus dibagi secara adil. Hal itu diungkapkan oleh dirinya dalam unggahan video di akun instagramnya.
Baca Juga : 10-15 Persen Pasangan Usia Subur Alami Infertilitas, Wamenkes Dante Buka Suara
Ia menyebut bahwa suami juga harus diperiksa kesuburannya jika belum memiliki anak selama satu tahun. Padahal upaya berhubungan sudah sering dilakukan.
"Kapan suami wajib diperiksa kesuburannya? Jangan hanya periksa istri aja ya. Suami juga harus diperiksa kesuburannya apabila sudah satu tahun menikah, tapi belum juga hamil. Tanpa KB, tapi juga belum hamil," kata dr. Fajar Alam, dikutip Jumat (19/6/2026).
Lihat Juga :