Tren Sepatu Hybrid Performance, Padukan Fungsi Olahraga dan Gaya Harian
Sabtu, 04 Juli 2026 - 10:18 WIB
Pada area outsole, HYPERFIT menggunakan desain traction pattern yang dikembangkan untuk memberikan kontrol optimal ketika digunakan. Pola groove berbentuk zig-zag yang tersebar pada area forefoot hingga heel membantu meningkatkan grip, stabilitas, dan respons saat melakukan akselerasi dan perubahan arah secara cepat. Dipadukan dengan compound rubber hardness 55–60, seri ini diklaim memiliki keseimbangan sempurna antara durability dan traction.
Pengembangan HYPERFIT tidak terlepas dari dukungan tim riset Ortuseight yang memiliki keahlian multidisiplin dalam menghadirkan produk berstandar performa tinggi. Salah satu sosok yang berperan dalam proses pengembangan ini adalah Mike Trees, seorang pegiat olahraga terkemuka dengan pengalaman panjang di dunia atletik. Melalui perpaduan antara pendekatan ilmiah, pengalaman sebagai atlet, serta proses pengujian langsung di lapangan, Mike Trees bersama tim Ortuseight menyempurnakan berbagai aspek HYPERFIT — mulai dari biomekanika, material, hingga karakter performa sepatu agar mampu memenuhi kebutuhan olahraga hybrid modern. “Peran saya adalah membawa perspektif sports science ke dalam proses pengembangan produk dengan menggabungkan pengalaman sebagai atlet, pelari, praktisi gym training, dan pelatih selama kurang lebih 50 tahun,” ungkap Mike Trees saat dimintai keterangan terkait peluncuran HYPERFIT. “Kualitas seri ini selevel dengan world-class performance footwear global lainnya, jadi pantas disebut gear kelas elite,” tuturnya.
Lebih lanjut, sebagai bagian dari peluncuran HYPERFIT, sejumlah atlet dan Brand Ambassador Ortuseight turut ambil bagian dalam kompetisi fitness fungsional berstandar internasional yang digelar di Jakarta. Ajang ini menguji daya tahan peserta melalui format 8 km lari yang diselingi 8 stasiun latihan kekuatan — sekaligus menjadi pembuktian nyata kesiapan HYPERFIT dalam mendukung kebutuhan hybrid athlete, mulai dari strength hingga endurance.
Keandalan HYPERFIT terbukti di lintasan lewat hasil akhir yang dicatat Brand Ambassador Ortuseight. Di kategori Mixed Relay 40+, Egidio Antonio Latorraca dan Dev Anggarini mengamankan peringkat 3 dengan catatan waktu 1:08:34. Pasangan Nadzrul dan Bianca Marcon menempati peringkat 5 Mixed Doubles 40–44 tahun dengan waktu 1:08:15, disusul Aimi Iwasaki dan Aina Iwasaki di peringkat 6 Women Doubles 25–29 tahun dengan 1:14:40. Sementara itu, Bastian Tendean Dan Dick Deefe mencatatkan waktu 1:00:48 di Men Doubles 30–34 tahun.
Dengan harga retail resmi Rp2.199.000, Ortuseight HYPERFIT akan tersedia mulai kuartal ketiga 2026 dalam ukuran 37–46. Varian warna ELECTRICITY hadir dengan karakter visual berani melalui perpaduan hijau neon kekuningan yang dinamis. Untuk pembelian secara praktis, pembeli dapat secara online melalui aplikasi mobile Ortuseight serta situs resmi ortuseight.com. Selain itu, HYPERFIT juga tersedia secara offline melalui jaringan Official Distribution Channel Ortuseight – PT Vita Nova Atletik yang telah hadir di berbagai kota besar di Indonesia.
Pengembangan HYPERFIT tidak terlepas dari dukungan tim riset Ortuseight yang memiliki keahlian multidisiplin dalam menghadirkan produk berstandar performa tinggi. Salah satu sosok yang berperan dalam proses pengembangan ini adalah Mike Trees, seorang pegiat olahraga terkemuka dengan pengalaman panjang di dunia atletik. Melalui perpaduan antara pendekatan ilmiah, pengalaman sebagai atlet, serta proses pengujian langsung di lapangan, Mike Trees bersama tim Ortuseight menyempurnakan berbagai aspek HYPERFIT — mulai dari biomekanika, material, hingga karakter performa sepatu agar mampu memenuhi kebutuhan olahraga hybrid modern. “Peran saya adalah membawa perspektif sports science ke dalam proses pengembangan produk dengan menggabungkan pengalaman sebagai atlet, pelari, praktisi gym training, dan pelatih selama kurang lebih 50 tahun,” ungkap Mike Trees saat dimintai keterangan terkait peluncuran HYPERFIT. “Kualitas seri ini selevel dengan world-class performance footwear global lainnya, jadi pantas disebut gear kelas elite,” tuturnya.
Lebih lanjut, sebagai bagian dari peluncuran HYPERFIT, sejumlah atlet dan Brand Ambassador Ortuseight turut ambil bagian dalam kompetisi fitness fungsional berstandar internasional yang digelar di Jakarta. Ajang ini menguji daya tahan peserta melalui format 8 km lari yang diselingi 8 stasiun latihan kekuatan — sekaligus menjadi pembuktian nyata kesiapan HYPERFIT dalam mendukung kebutuhan hybrid athlete, mulai dari strength hingga endurance.
Keandalan HYPERFIT terbukti di lintasan lewat hasil akhir yang dicatat Brand Ambassador Ortuseight. Di kategori Mixed Relay 40+, Egidio Antonio Latorraca dan Dev Anggarini mengamankan peringkat 3 dengan catatan waktu 1:08:34. Pasangan Nadzrul dan Bianca Marcon menempati peringkat 5 Mixed Doubles 40–44 tahun dengan waktu 1:08:15, disusul Aimi Iwasaki dan Aina Iwasaki di peringkat 6 Women Doubles 25–29 tahun dengan 1:14:40. Sementara itu, Bastian Tendean Dan Dick Deefe mencatatkan waktu 1:00:48 di Men Doubles 30–34 tahun.
Dengan harga retail resmi Rp2.199.000, Ortuseight HYPERFIT akan tersedia mulai kuartal ketiga 2026 dalam ukuran 37–46. Varian warna ELECTRICITY hadir dengan karakter visual berani melalui perpaduan hijau neon kekuningan yang dinamis. Untuk pembelian secara praktis, pembeli dapat secara online melalui aplikasi mobile Ortuseight serta situs resmi ortuseight.com. Selain itu, HYPERFIT juga tersedia secara offline melalui jaringan Official Distribution Channel Ortuseight – PT Vita Nova Atletik yang telah hadir di berbagai kota besar di Indonesia.
(dra)
Lihat Juga :