Viral! Masjid Ini Sediakan Gym Gratis, Jemaah Bisa Fitness sesudah Salat Berjamaah
Rabu, 08 Juli 2026 - 09:16 WIB
“Dari profilnya, hampir 60 persen rata-rata remaja. Total anggota saat ini sudah 150 orang untuk putra, sedangkan putri sekitar 70 orang. Jadi dari total 220 itu bervariasi usianya, dari anak SMP, SMA, bahkan yang umurnya sudah di atas 70 tahun pun ada,” tambah Teguh.
Menariknya, seluruh fasilitas olahraga ini dapat dinikmati tanpa dipungut biaya sepeser pun. Dana pengadaan alat-alat kebugaran tersebut murni bersumber dari kas masjid serta swadaya patungan dari para pengurus dan jemaah.
“Untuk pendanaan, awal mulanya kami memang mengambil dari uang kas masjid dan patungan antara jemaah. Kita kumpulkan untuk modal awal membeli alat gym. Jadi murni pure dari dana masjid dan patungan jemaah,” ungkap dia.
Untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban, pihak DKM memberlakukan pemisahan jadwal berkunjung antara laki-laki dan perempuan. Jemaah perempuan mendapatkan jadwal khusus pada hari Rabu dan Sabtu, sementara hari selebihnya dialokasikan untuk jemaah laki-laki.
Melalui fasilitas ini, Teguh berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan kesegaran rohani melalui ibadah, tetapi juga kekuatan fisik melalui olahraga, sehingga tercipta masyarakat yang lebih produktif.
“Harapan kami, jemaah semakin sehat sehingga bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari, bekerja, dan salat dengan sempurna. Dengan sehat jasmani dan rohaninya, mereka akan lebih produktif tanpa sakit. Masjid ingin menjadi wasilah atau perantara agar jemaah tetap sehat,” pungkas Teguh.
Menariknya, seluruh fasilitas olahraga ini dapat dinikmati tanpa dipungut biaya sepeser pun. Dana pengadaan alat-alat kebugaran tersebut murni bersumber dari kas masjid serta swadaya patungan dari para pengurus dan jemaah.
“Untuk pendanaan, awal mulanya kami memang mengambil dari uang kas masjid dan patungan antara jemaah. Kita kumpulkan untuk modal awal membeli alat gym. Jadi murni pure dari dana masjid dan patungan jemaah,” ungkap dia.
Untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban, pihak DKM memberlakukan pemisahan jadwal berkunjung antara laki-laki dan perempuan. Jemaah perempuan mendapatkan jadwal khusus pada hari Rabu dan Sabtu, sementara hari selebihnya dialokasikan untuk jemaah laki-laki.
Melalui fasilitas ini, Teguh berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan kesegaran rohani melalui ibadah, tetapi juga kekuatan fisik melalui olahraga, sehingga tercipta masyarakat yang lebih produktif.
“Harapan kami, jemaah semakin sehat sehingga bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari, bekerja, dan salat dengan sempurna. Dengan sehat jasmani dan rohaninya, mereka akan lebih produktif tanpa sakit. Masjid ingin menjadi wasilah atau perantara agar jemaah tetap sehat,” pungkas Teguh.
(wur)
Lihat Juga :