Dimas Aditya Syok Temui Langsung Orang Dipasung saat Syuting Juminten Edan

Jum'at, 17 Juli 2026 - 17:30 WIB
Selain itu, Dimas juga menghadapi tantangan teknis tak mudah selama menjalani proses syuting. Ia harus mempelajari bahasa isyarat hanya dalam waktu tiga hari demi perannya sebagai Manto.

Hal ini dikarenakan adanya perubahan karakter mendadak dari sang sutradara, Dedi Mercy, di saat-saat terakhir menjelang syuting dimulai.

"Wah, gila sih kalau belajarnya tiga hari saya. Tiba-tiba pas mau last minute dia berubah nih, 'Kayaknya kita bikin dia sedikit tunarungu deh Mas Dimas karakternya.' Jadi Mas Dimas harus belajar bahasa isyarat. Akhirnya belajar dengan cepat ya mau enggak mau ya, instan," ungkapnya.

Menariknya, di film ini Dimas secara tegas menolak melakukan adegan action yang berbahaya. Ia mengaku kini lebih selektif dalam memilih peran yang menuntut fisik berat karena merasa faktor usia yang sudah tidak lagi muda untuk melakukan adegan ekstrem.

"Gue ngerasa udah mulai tua sih. He-eh, gue dulu mungkin pas zaman-zaman 20 tahun yang lalu oke lah. Nah sekarang gue udah kayak ngerasa untuk badan gue agak kurang worth it gue harus dibanting-banting ya gitu, dipukul-pukul. Jadi ya kalau ada yang terlalu sulit, gue pasti akan menolak," pungkasnya.

Selain Dimas Aditya, film Juminten Edan juga dibintangi oleh sederet aktor ternama seperti Meisya Amira, Sharon Jovian, Anne J. Cotto, hingga Kukuh Prasetya. Film garapan Mercusuar Film dan Digital Frame Production ini dijadwalkan tayang pada 23 Juli mendatang.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!