Telur Ceplok atau Dadar, Mana yang Gizinya Lebih Tinggi? Ini Penjelasannya
Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:50 WIB
Ia menambahkan, telur dadar berpotensi memiliki kandungan kalori dan lemak yang lebih tinggi karena cenderung menyerap lebih banyak minyak.
Baca juga: Bangun Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jakarta Panen Telur Ayam di Lapas Salemba
Selain itu, penambahan bahan seperti keju, tepung, sosis, atau daging cincang juga dapat meningkatkan nilai energi pada hidangan tersebut.
Lebih lanjut, Dr Karina menerangkan bahwa proses memasak justru memberikan manfaat terhadap kualitas protein telur. Menurutnya, pemanasan menyebabkan protein mengalami denaturasi sehingga lebih mudah dicerna dan diserap tubuh.
"Proses memasak telur dapat meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein hingga sekitar 91 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan telur mentah yang hanya sekitar 51 persen," jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar telur tidak dimasak pada suhu yang terlalu tinggi dalam waktu lama. Suhu memasak yang dianjurkan berkisar 60–80 derajat Celsius, sedangkan pemanasan di atas 150–160 derajat Celsius berpotensi merusak sebagian asam amino dan menurunkan kualitas gizinya.
Baca juga: Bangun Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jakarta Panen Telur Ayam di Lapas Salemba
Selain itu, penambahan bahan seperti keju, tepung, sosis, atau daging cincang juga dapat meningkatkan nilai energi pada hidangan tersebut.
Lebih lanjut, Dr Karina menerangkan bahwa proses memasak justru memberikan manfaat terhadap kualitas protein telur. Menurutnya, pemanasan menyebabkan protein mengalami denaturasi sehingga lebih mudah dicerna dan diserap tubuh.
"Proses memasak telur dapat meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein hingga sekitar 91 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan telur mentah yang hanya sekitar 51 persen," jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar telur tidak dimasak pada suhu yang terlalu tinggi dalam waktu lama. Suhu memasak yang dianjurkan berkisar 60–80 derajat Celsius, sedangkan pemanasan di atas 150–160 derajat Celsius berpotensi merusak sebagian asam amino dan menurunkan kualitas gizinya.
Lihat Juga :