Kualitas Air Tanah Menurun, Permintaan Sistem Pengolahan Air Terintegrasi Melonjak

Senin, 20 Juli 2026 - 14:08 WIB
Untuk mengatasinya, teknologi filtrasi dibagi ke dalam dua tahap: Point of Entry (POE) yang menyaring pasokan air saat memasuki bangunan, serta Point of Use (POU) guna memurnikan air agar aman diminum. Penentuan sistem tersebut wajib didahului oleh uji kualitas laboratorium.

"Kami percaya setiap sumber air memiliki karakter yang berbeda. Karena itu, sebelum menentukan produk, tim kami selalu melakukan survei, menguji kualitas air, lalu memberikan rekomendasi sistem yang paling sesuai. Tidak semua air bisa diolah dengan mesin yang sama," katanya.

Di samping spesifikasi perangkat yang bersertifikasi halal, berstandar FDA, dan berbasis industrial grade, layanan purna jual menjadi faktor krusial. Perangkat pengolahan ini dipasarkan mulai dari Rp10 juta hingga lebih dari Rp30 juta.

"Kami bukan sekadar memasarkan mesin. Konsumen juga mendapatkan ketenangan karena ada layanan after sales 24 jam. Tim teknisi kami siap memberikan dukungan apabila terjadi kendala," ucapnya.

Tingginya permintaan kini telah menjangkau 20 kota besar hingga kawasan timur Indonesia, memicu hadirnya inovasi unit berkapasitas besar dan unit portabel.

"Bahkan untuk proyek di wilayah yang lebih jauh pun tetap bisa kami layani. Belum lama ini tim kami dari Bali menangani pemasangan sistem penjernihan air di empat resort di Sumba," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!