Kemandirian Jadi Warisan Baru, Tren Perencanaan Masa Depan Masyarakat Indonesia Kian Bergeser
Senin, 27 Juli 2026 - 13:35 WIB
Survei turut menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi kelompok generasi sandwich. Sebanyak 62% responden Indonesia memiliki tanggung jawab merawat anggota keluarga, sementara 68% juga menanggung kebutuhan finansial keluarga. Kondisi ini paling banyak dialami kelompok usia produktif 35–44 tahun.
Lebih dari 69% responden yang memiliki tanggung jawab tersebut mengaku kondisi tersebut memengaruhi kemampuan mereka dalam membangun kemandirian finansial jangka panjang.
Lauren menilai, tantangan tersebut membuat perencanaan kesehatan dan keuangan perlu dimulai sedini mungkin.
"Bagi banyak keluarga Indonesia, tantangan saat ini bukan hanya mempersiapkan masa depan mereka sendiri, tetapi juga mendukung kebutuhan orang tua dan anak-anak di saat yang bersamaan. Temuan ini menunjukkan bahwa membangun kemandirian menjadi semakin penting, sekaligus semakin menantang. Karena itu, perencanaan perawatan kesehatan dan finansial jangka panjang perlu dimulai sedini mungkin," ujarnya.
Selain kesiapan finansial, komunikasi dalam keluarga juga dinilai menjadi faktor penting. Sebanyak 82% responden percaya bahwa percakapan terbuka mengenai rencana pensiun dapat meningkatkan kesejahteraan di masa depan, sedangkan 78% mengaku telah mulai mendiskusikan kebutuhan dan harapan mereka ketika memasuki usia pensiun.
Afifa menambahkan, membangun kemandirian membutuhkan sinergi antara kesadaran individu, dukungan keluarga, dan perencanaan keuangan yang tepat.
"Kemandirian sebagai warisan baru membutuhkan kolaborasi antara kesadaran individu, dukungan keluarga, serta akses terhadap solusi keuangan yang tepat. Dengan literasi dan perencanaan yang baik, masyarakat dapat lebih percaya diri dalam mempersiapkan masa depan, menjaga martabat di usia lanjut, dan pada saat yang sama memberikan ruang bagi generasi berikutnya untuk tumbuh tanpa beban finansial yang berlebihan," pungkasnya.
Lebih dari 69% responden yang memiliki tanggung jawab tersebut mengaku kondisi tersebut memengaruhi kemampuan mereka dalam membangun kemandirian finansial jangka panjang.
Lauren menilai, tantangan tersebut membuat perencanaan kesehatan dan keuangan perlu dimulai sedini mungkin.
"Bagi banyak keluarga Indonesia, tantangan saat ini bukan hanya mempersiapkan masa depan mereka sendiri, tetapi juga mendukung kebutuhan orang tua dan anak-anak di saat yang bersamaan. Temuan ini menunjukkan bahwa membangun kemandirian menjadi semakin penting, sekaligus semakin menantang. Karena itu, perencanaan perawatan kesehatan dan finansial jangka panjang perlu dimulai sedini mungkin," ujarnya.
Selain kesiapan finansial, komunikasi dalam keluarga juga dinilai menjadi faktor penting. Sebanyak 82% responden percaya bahwa percakapan terbuka mengenai rencana pensiun dapat meningkatkan kesejahteraan di masa depan, sedangkan 78% mengaku telah mulai mendiskusikan kebutuhan dan harapan mereka ketika memasuki usia pensiun.
Afifa menambahkan, membangun kemandirian membutuhkan sinergi antara kesadaran individu, dukungan keluarga, dan perencanaan keuangan yang tepat.
"Kemandirian sebagai warisan baru membutuhkan kolaborasi antara kesadaran individu, dukungan keluarga, serta akses terhadap solusi keuangan yang tepat. Dengan literasi dan perencanaan yang baik, masyarakat dapat lebih percaya diri dalam mempersiapkan masa depan, menjaga martabat di usia lanjut, dan pada saat yang sama memberikan ruang bagi generasi berikutnya untuk tumbuh tanpa beban finansial yang berlebihan," pungkasnya.
(dra)
Lihat Juga :