Awali Karier sebagai Pengamen, Didi Kempot Terus 'Naik Kelas'

Selasa, 05 Mei 2020 - 11:41 WIB
"Saya nyanyi satu lagu judulnya Cidro, saat itu di Indonesia kurang terkenal. Ternyata ada turis dari Suriname, dan dia domisili Belanda sana, kemudian lagu saya diputar di salah satu radio di Amsterdam, dan lagu itu digemari sekali," kenang Didi saat tampil di acara konferensi pers konser 30 tahun perjalanan kariernya di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Sejak saat itu, tahun 1993, saya mulai mondar mandir Jakarta-Belanda-Suriname, itu sangat menyenangkan sekali," kata Didi yang tidak pernah menyangka bahwa seorang pengamen jalanan bisa dikenal di belahan dunia lain.

Perjalanan karier Didi terus menanjak pada era 90an. Dia mulai bisa tampil di luar negeri. Suriname hingga benua Eropa pun dia jelajahi. Pada 1996, dia bahkan rekaman di Rotterdam, Belanda. Di negara itulah, dia melahirkan lagu Layang Kangen. Pada 1998, Didi pulang ke Indonesia. Setahun kemudian, dia menggebrak blantika musik dengan merilis lagu Stasiun Balapan.

Nama Didi di genre musik campursari pun kian berkibar di era 2000an. Setiap lagu yang dia tulis dan rilis selalu mendapatkan sambutan luar biasa bagi para penikmat musik genre ini. Tiap kali tampil di panggung-panggung musik di daerah, penontonnya selalu menyemut. Mereka pun turut bernyanyi dan merasakan derita luar biasa dengan lagu-lagu patah hati yang menjadi ciri khasnya.

Kini, di era menjelang 2020, nama Didi pun kian meroket. Karya-karyanya kini tak hanya dinikmati mereka penyuka musik campursari dengan lagu yang berlirik bahasa Jawa. Generasi milenial masa kini pun mulai menyukai lagu-lagu Didi. Bahkan, mereka yang awalnya tidak paham bahasa Jawa, turut menyukai lagu-lagunya.

Ini membuat keberadaan Didi pun kian didambakan banyak orang. Didi kini tak lagi tampil di panggung biasa. Popularitasnya di kalangan milenial membuat Didi ‘naik kelas.’ Jika dulu tiket konsernya tergolong murah meriah, kini, tiket konsernya bisa mencapai jutaan rupiah.

Melihat itu semua, Didi pun sangat bersyukur. Pria berjuluk Lord Didi itu mengungkapkan apa yang terjadi pada dirinya saat ini, tidak hanya dirasakannya sendiri, tapi juga turut membuat bangga seniman tradisional seluruh Indonesia.

"Ya, ini kebangaan buat seniman tradisional seluruh Indonesia, ternyata kita dikasih kesempatan juga untuk bernyanyi di panggung semewah ini," kata Didi di Studio RCTI+, Kebon Jeruk, Jakarta, akhir tahun lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!