Meluruskan Mitos Kedelai
Jum'at, 25 September 2020 - 13:15 WIB
Hal ini sekaligus menjadikan kedelai sumber protein terbaik yang berasal dari tanaman.
“Konsumsi kedelai juga berhubungan dengan penurunan kolesterol,” sebut Atli Arnarson BSc, PhD dikutip dari Healthline. Kedelai juga dapat menekan risiko kanker. Ini berdasarkan sebagian besar penelitian observasional yang menunjukkan konsumsi produk kedelai dapat turunkan risiko kanker payudara.
“Penelitian lain terkait senyawa kedelai (termasuk isoflavon dan lunasin) berpotensi memiliki efek pencegahan kanker,”sebut Arnarson. Mitos mengatakan kedelai dapat membuat pria berperilaku feminim.
Dijelaskan Dr. Rimbawan, senyawa isoflavon pada kedelai molekulnya memang seperti hormon estrogen tapi berbeda. “Kadang sifatnya malah bertolakbelakang dengan estrogen itu sendiri,” ujarnya. Anggapan bahwa kedelai dapaf berpengaruh buruk pada tingkat kesuburan dibantah oleh Dr. Rimbawan. Menurutnya penelitian membuktikan kedelai aman bagi pria yang ingin memiliki keturunan. (Baca juga: Penting Deteksi Dini dan Kenali Gejala Pikun)
Mitos lainnya adalah keyakinan kedelai berdampak tidak baik pada kesehatan tulang dan jantung. Nyatanya, kedelai justru menurunkan risiko penyakit jantung. Dan intervensi isoflavon secara signifikan terbukti meningkatkan kepadatan tulang belakang sekaligus menurunkan risiko osteoporosis pada wanita menopause.
“Konsumsi kedelai juga berhubungan dengan penurunan kolesterol,” sebut Atli Arnarson BSc, PhD dikutip dari Healthline. Kedelai juga dapat menekan risiko kanker. Ini berdasarkan sebagian besar penelitian observasional yang menunjukkan konsumsi produk kedelai dapat turunkan risiko kanker payudara.
“Penelitian lain terkait senyawa kedelai (termasuk isoflavon dan lunasin) berpotensi memiliki efek pencegahan kanker,”sebut Arnarson. Mitos mengatakan kedelai dapat membuat pria berperilaku feminim.
Dijelaskan Dr. Rimbawan, senyawa isoflavon pada kedelai molekulnya memang seperti hormon estrogen tapi berbeda. “Kadang sifatnya malah bertolakbelakang dengan estrogen itu sendiri,” ujarnya. Anggapan bahwa kedelai dapaf berpengaruh buruk pada tingkat kesuburan dibantah oleh Dr. Rimbawan. Menurutnya penelitian membuktikan kedelai aman bagi pria yang ingin memiliki keturunan. (Baca juga: Penting Deteksi Dini dan Kenali Gejala Pikun)
Mitos lainnya adalah keyakinan kedelai berdampak tidak baik pada kesehatan tulang dan jantung. Nyatanya, kedelai justru menurunkan risiko penyakit jantung. Dan intervensi isoflavon secara signifikan terbukti meningkatkan kepadatan tulang belakang sekaligus menurunkan risiko osteoporosis pada wanita menopause.
Lihat Juga :