Benarkah Kebiasaan Gigit Pick Gitar seperti Eddie Van Halen Sebabkan Kanker Tenggorokan?
Rabu, 07 Oktober 2020 - 09:32 WIB
Sepertinya hal tersebut belum didukung oleh penjelasan ilmiah. Ditambah Dr. Tom Micklewright dari Push Doctor kepada Insider menegaskan bahwa tembaga dan seng bukan termasuk karsinogen ataupun bersifat karsinogetik. Eddie, kata Dr. Tom, adalah perokok berat dan itulah yang kemungkinan besar menyebabkan ia mengidap kanker.
Sementara, laman Mayo Clinic juga menulis kalau kanker tenggorokan terjadi ketika sel-sel di tenggorokan mengalami mutasi genetik. Mutasi ini menyebabkan sel tumbuh tidak terkendali dan terus hidup setelah sel sehat biasanya mati. Sel yang menumpuk dapat membentuk tumor di tenggorokan.
Tidak jelas apa yang menyebabkan mutasi yang menyebabkan kanker tenggorokan. Tetapi, dokter telah mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko.
Adapun faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker tenggorokan meliputi penggunaan tembakau, termasuk merokok dan mengunyah tembakau, penggunaan alkohol berlebihan, virus menular seksual yang disebut human papillomavirus (HPV), pola makan yang kurang buah dan sayur, serta penyakit gastroesophageal reflux (GERD). (Baca Juga: Gitaris Rock Legendaris Eddie Van Halen Meninggal Dunia )
Pria lebih mungkin mengembangkan kanker tenggorokan daripada wanita. Kanker tenggorokan juga telah dikaitkan dengan jenis kanker lain. Faktanya, beberapa orang dengan kanker tenggorokan didiagnosis menderita kanker esofagus, paru-paru, atau kandung kemih pada saat bersamaan. Ini mungkin karena kanker tersebut memiliki beberapa faktor risiko yang sama.
Sementara, laman Mayo Clinic juga menulis kalau kanker tenggorokan terjadi ketika sel-sel di tenggorokan mengalami mutasi genetik. Mutasi ini menyebabkan sel tumbuh tidak terkendali dan terus hidup setelah sel sehat biasanya mati. Sel yang menumpuk dapat membentuk tumor di tenggorokan.
Tidak jelas apa yang menyebabkan mutasi yang menyebabkan kanker tenggorokan. Tetapi, dokter telah mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko.
Adapun faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker tenggorokan meliputi penggunaan tembakau, termasuk merokok dan mengunyah tembakau, penggunaan alkohol berlebihan, virus menular seksual yang disebut human papillomavirus (HPV), pola makan yang kurang buah dan sayur, serta penyakit gastroesophageal reflux (GERD). (Baca Juga: Gitaris Rock Legendaris Eddie Van Halen Meninggal Dunia )
Pria lebih mungkin mengembangkan kanker tenggorokan daripada wanita. Kanker tenggorokan juga telah dikaitkan dengan jenis kanker lain. Faktanya, beberapa orang dengan kanker tenggorokan didiagnosis menderita kanker esofagus, paru-paru, atau kandung kemih pada saat bersamaan. Ini mungkin karena kanker tersebut memiliki beberapa faktor risiko yang sama.
(tsa)
Lihat Juga :