Gejala Neurologis Penanda Virus Corona
Kamis, 08 Oktober 2020 - 14:15 WIB
Nyeri otot dilaporkan oleh hampir 44,8% pasien sementara 37,7% mengeluh sakit kepala. Kurang dari sepertiga pasien menderita gangguan neurologis yang lebih serius seperti ensefalopati (setiap penyakit otak yang mengubah fungsi atau struktur otak) atau perubahan fungsi otak. (Baca juga: Miris, UU Ciptaker Tempatkan Pendidikan Sebagai Komoditas yang Diperdagangkan)
Gangguan tersebut mulai dari ringan seperti kesulitan untuk konsentrasi, mengingat memori jangka pendek, konsentrasi, hingga kesulitan untuk melakukan kegiatan multitasking. “Termasuk kebingungan, penurunan kesadaran hingga koma,” sebut Koralnik.
Sedangkan gangguan berat diantaranya gangguan fungsi otak yang mungkin muncul pada pasien lansia diatas 65 tahun. Pasien lain melaporkan keluhan pusing, kehilangan kemampuan indera penciuman dan perasa. “Hal ini menegaskan bahwa manifestasi neurologis sangat umum tapi bersifat ringan,” kata Dr. Alejandro Rabinstein, ahli syaraf di Mayo Clinic. (Baca juga: Batalkan Demo DPR, Ribuan Buruh Tanjung Priok Akan Geruduk Istana)
Ia melanjutkan, banyak pasien Covid-19 rawat inap yang menderita nyeri otot, kehilangan kemampuan indera penciuman dan perasa. Itu bersifat ringan dan reversible. Gejala neurologis yang berkembang tersebut dikarenakan virus Sars-Cov-2.
42% pasien yang diteliti mengaku memiliki gejala neurologis ketika pertama kali mengeluh sakit. Gejala itu bisa jadi tanda awal terinfeksi virus corona. Orang yang tiba-tiba tidak bisa mencium bau harus diwaspadai gejala awal Covid-19.
Gangguan tersebut mulai dari ringan seperti kesulitan untuk konsentrasi, mengingat memori jangka pendek, konsentrasi, hingga kesulitan untuk melakukan kegiatan multitasking. “Termasuk kebingungan, penurunan kesadaran hingga koma,” sebut Koralnik.
Sedangkan gangguan berat diantaranya gangguan fungsi otak yang mungkin muncul pada pasien lansia diatas 65 tahun. Pasien lain melaporkan keluhan pusing, kehilangan kemampuan indera penciuman dan perasa. “Hal ini menegaskan bahwa manifestasi neurologis sangat umum tapi bersifat ringan,” kata Dr. Alejandro Rabinstein, ahli syaraf di Mayo Clinic. (Baca juga: Batalkan Demo DPR, Ribuan Buruh Tanjung Priok Akan Geruduk Istana)
Ia melanjutkan, banyak pasien Covid-19 rawat inap yang menderita nyeri otot, kehilangan kemampuan indera penciuman dan perasa. Itu bersifat ringan dan reversible. Gejala neurologis yang berkembang tersebut dikarenakan virus Sars-Cov-2.
42% pasien yang diteliti mengaku memiliki gejala neurologis ketika pertama kali mengeluh sakit. Gejala itu bisa jadi tanda awal terinfeksi virus corona. Orang yang tiba-tiba tidak bisa mencium bau harus diwaspadai gejala awal Covid-19.
Lihat Juga :