Usir Keluhan Menopause dengan Kedelai

Jum'at, 09 Oktober 2020 - 12:18 WIB
Metode pengolahan kedelai menjadi tempe dengan proses perebusan sebanyak dua kali dapat meningkatkan kadar isoflavon 58,7%. Lebih besar dibandingkan dengan perebusan kedelai sebanyak satu kali. Proses pemasakan dengan pengukusan menurunkan isoflavon tempe sebesar 13,3%, merupakan penurunan terendah dibandingkan dengan metode pemasakan yang lain. (Baca juga: Miris, UU Ciptaker Tempatkan Pendidikan Sebagai Komoditas yang Diperdagangkan)

Dr. Rimbawan membeberkan penelitian intervensi pemberian 160 gram tempe kukus yang diberikan setiap hari selama empat minggu pada wanita menopause. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan, konsumsi tempe dapat memperbaiki profil lipid yaitu menurunkan kadar kolesterol total sebesar 6%. Kolesterol LDL juga turun sebanyak 5,8%, dan trigliserida menurun sebesar 11,7%.

Meski begitu tidak dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL. “Konsumsi tempe diketahui juga dapat meningkatkan aktivitas enzim antioksidan primer dan meningkatkan kadar seng,” jelas Dr. Rimbawan. Sebaliknya, konsumsi tempe menurunkan Malondialdehida (penanda stres oksidatif) sebesar 10%.

Dengan demikian kandungan asam amino dan asam lemak tidak jenuh serta isoflavon yang tinggi pada tempe mempunyai manfaat sebagai penghambat sintesa kolesterol, penghambat absorsi kolesterol, penghambat oksidasi LDL serta manfaat antioksidan. “Sehingga dapat menurunkan lemak tubuh dan hambat proses oksidasi dan radikal bebas,” terang Dr. Rimbawan. (Lihat videonya: Pedagang Tanaman Hias Raup Untung Ditengah Pandemi Covid-19)

Nah, bagi Anda yang sedang menyambut masa menopause tidak perlu khawatir dengan keluhan yang mungkin timbul. Konsumsi kedelai dapat menekan gejala yang dirasakan. (Sri Noviarni)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!