WHO Tak Lagi Andalkan Lockdown untuk Atasi Pandemi COVID-19
Senin, 12 Oktober 2020 - 19:26 WIB
Nabarro menjelaskan, ada kerugian signifikan yang disebabkan oleh lockdown yang ketat, khususnya terhadap ekonomi global.
"Lockdown hanya memiliki satu konsekuensi yang tidak boleh Anda remehkan, dan itu membuat orang miskin menjadi semakin miskin," jelasnya.
Di samping itu, lockdown dinilai telah berdampak parah pada negara-negara yang mengandalkan pariwisata.
“Lihat saja apa yang terjadi dengan industri pariwisata di Karibia, misalnya, atau di Pasifik karena orang-orang tidak ada yang berlibur,” ujar Nabarro.
“Lihat apa yang terjadi pada petani kecil di seluruh dunia. Lihat apa yang terjadi dengan tingkat kemiskinan. Tampaknya kita mungkin memiliki dua kali lipat kemiskinan dunia pada tahun depan. Kita mungkin memiliki setidaknya dua kali lipat dari malnutrisi anak," tambahnya.
"Lockdown hanya memiliki satu konsekuensi yang tidak boleh Anda remehkan, dan itu membuat orang miskin menjadi semakin miskin," jelasnya.
Di samping itu, lockdown dinilai telah berdampak parah pada negara-negara yang mengandalkan pariwisata.
“Lihat saja apa yang terjadi dengan industri pariwisata di Karibia, misalnya, atau di Pasifik karena orang-orang tidak ada yang berlibur,” ujar Nabarro.
“Lihat apa yang terjadi pada petani kecil di seluruh dunia. Lihat apa yang terjadi dengan tingkat kemiskinan. Tampaknya kita mungkin memiliki dua kali lipat kemiskinan dunia pada tahun depan. Kita mungkin memiliki setidaknya dua kali lipat dari malnutrisi anak," tambahnya.
Lihat Juga :