Kadar Gula Darah Terlalu Tinggi Dapat Pengaruhi Suasana Hati Seseorang
Kamis, 15 Oktober 2020 - 11:11 WIB
Seperti dilansir Daily Express, Rabu (14/10), mengelola kondisi seperti diabetes seringkali bisa membuat kewalahan. Jadi penting untuk tidak hanya mengelolanya dengan baik tetapi juga untuk memeriksa kesehatan emosional Anda sesekali.
Laman Healthline menyebutkan bahwa satu dari empat penderita diabetes mengalami depresi. "Wanita lebih rentan terhadap depresi dengan diabetes daripada pria. Anda mungkin berisiko mengembangkan kondisi kesehatan mental jika Anda menderita diabetes," ungkap laman tersebut.
"Kecemasan umum terjadi pada penderita diabetes dengan 30 hingga 40% penderita diabetes melaporkan mengalami kecemasan."
Sementara, gejala yang terkait dengan diabetes tipe 2 yang dapat memengaruhi suasana hati seseorang meliputi marah, sedih, lemah, haus, lelah, gugup dan lesu. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Perpustakaan Nasional AS, Institut Kesehatan Nasional, depresi dan diabetes diteliti lebih lanjut.
Studi tersebut menemukan bahwa diabetes dan depresi terjadi bersamaan kira-kira dua kali lebih sering daripada yang diperkirakan secara kebetulan. "Meskipun beban psikologis diabetes dapat menyebabkan depresi, penjelasan ini tidak sepenuhnya menjelaskan hubungan antara kedua kondisi ini," kata penelitian tersebut.
Laman Healthline menyebutkan bahwa satu dari empat penderita diabetes mengalami depresi. "Wanita lebih rentan terhadap depresi dengan diabetes daripada pria. Anda mungkin berisiko mengembangkan kondisi kesehatan mental jika Anda menderita diabetes," ungkap laman tersebut.
"Kecemasan umum terjadi pada penderita diabetes dengan 30 hingga 40% penderita diabetes melaporkan mengalami kecemasan."
Sementara, gejala yang terkait dengan diabetes tipe 2 yang dapat memengaruhi suasana hati seseorang meliputi marah, sedih, lemah, haus, lelah, gugup dan lesu. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Perpustakaan Nasional AS, Institut Kesehatan Nasional, depresi dan diabetes diteliti lebih lanjut.
Studi tersebut menemukan bahwa diabetes dan depresi terjadi bersamaan kira-kira dua kali lebih sering daripada yang diperkirakan secara kebetulan. "Meskipun beban psikologis diabetes dapat menyebabkan depresi, penjelasan ini tidak sepenuhnya menjelaskan hubungan antara kedua kondisi ini," kata penelitian tersebut.
Lihat Juga :