Dokter Sarankan Anak Rajin Cuci Tangan daripada Hand Sanitizer
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 13:29 WIB
"Pada saat tangan kotor, langsung kucek mata dan hidung itu kuman bisa masuk. Ini paradigma yang harus diubah, cuci tangan jangan habis makan dan keluar dari WC aja tapi abis main juga. Apalagi sekarang anak-anak udah pegang gadget," ujar Dr. Iken.
"Nggak ada gadget yang steril dari kuman dan bakteri. Karena itu setelah melakukan kegiatan, ajarkan cuci tangan sehingga saat dewasa terbiasa," sambungnya.
Lebih lanjut Dr. Iken menjelaskan bahwa cuci tangan idealnya menggunakan sabun dan air mengalir. Sabun dapat menghancurkan virus yang mengandung lemak yang jika menempel di telapak atau punggung tangan akan sulit hilang, jika tidak menggunakan sabun. (Baca juga: Menikah Hari Ini, Nikita Willy Hanya Undang 30 Orang Saksikan Akad Nikah )
"Virus corona agak unik. Virus ini ada RNA dan protein atau lemak. Lemak si virus ini jadi kekuatan dan kelemahan virus. Lemak dia gampang nempel di telapak tangan dan punggung tangan dan akan susah hilang walaupun guyur dengan air. Makanya diperlukan sabun yang bisa menghancurkan lemak virus," tandasnya.
"Nggak ada gadget yang steril dari kuman dan bakteri. Karena itu setelah melakukan kegiatan, ajarkan cuci tangan sehingga saat dewasa terbiasa," sambungnya.
Lebih lanjut Dr. Iken menjelaskan bahwa cuci tangan idealnya menggunakan sabun dan air mengalir. Sabun dapat menghancurkan virus yang mengandung lemak yang jika menempel di telapak atau punggung tangan akan sulit hilang, jika tidak menggunakan sabun. (Baca juga: Menikah Hari Ini, Nikita Willy Hanya Undang 30 Orang Saksikan Akad Nikah )
"Virus corona agak unik. Virus ini ada RNA dan protein atau lemak. Lemak si virus ini jadi kekuatan dan kelemahan virus. Lemak dia gampang nempel di telapak tangan dan punggung tangan dan akan susah hilang walaupun guyur dengan air. Makanya diperlukan sabun yang bisa menghancurkan lemak virus," tandasnya.
(tdy)
Lihat Juga :