Karakter Khas Destinasi Alam Bahorok Tarik Perhatian Wisman
Minggu, 18 Oktober 2020 - 21:30 WIB
Setelah diberikan program BISA agar aman dari dari Covid-19, destinasi Bahorok memang memiliki profil unik dan menarik. Daya tarik utamanya berada di Bukit Lawang dan Tangkahan. Dengan luas sekitar 200 hektare, area ecotourism di Bahorok menawarkan kekhasan sisi lain alam Sumatera Utara. Wajar apabila destinasi ini sebelumnya menjadi rujukan wisman. Bahorok pun menjadi donatur wisman terbesar kedua di Sumatera Utara, setelah Danau Toba.
Berada di Bahorok, para wisatawan bisa menikmati keunikan satwa Orangutan. Mulai dikembangkan pada 1973, destinasi wisata ini memang menjadi zona konservasi bagi Orangutan. Seiring waktu, dikembangkan manjadi pusat pengamatan satwa langka dan dilindungi. Andy menambahkan, Bahorok khususnya destinasi Bukit Lawang memiliki karakter khas yang kuat.
"Pergerakan wisman di Bahorok sebelum pandemi Covid-19 sangat bagus. Selain Danau Toba, destinasi ini memang menjadi andalan Sumatera Utara. Komplet dengan alam dan budaya yang sangat khas. Bukit Lawang misalnya. Destinasi ini memiliki karakter khas dan selalu menarik perhatian wisman. Mereka bisa melihat Orangutan dan satwa langka lainnya di sana," lanjut Andy yang diamini Koordinator Destinasi Area I Kemenparekraf/Baparekraf, Wijonarko.
Sembari menikmati kekayaan alam, ada beberapa menu yang ditawarkan destinasi Bahorok. Wisatawan bisa menikmati Junggle Trekking. Aktivitas ini memberikan kesempatan wisatawan untuk menikmati dan mengeksplorasi spot ini secara menyeluruh. Sambil berjalan, wisatawan bisa melihat kehidupan alam liar TNGL melalui satwa Harimau Sumatera, Siaman, Beruang Madu, dan lainnya.
"Kawasan ini memiliki beragam satwa yang menarik. Salah satu yang ditunggu adalah aktivitas penjaga taman nasional saat memberi makan Orangutan. Jumlah Orangutan di sini sangat banyak. Yang jelas, para wisatawan harus mematuhi seluruh aturan termasuk protokol kesehatannya. Wisatawan tetap memakai masker, menjaga jarak, hingga rutin mencuci tangan," kata Andhy.
Berada di Bahorok, para wisatawan bisa menikmati keunikan satwa Orangutan. Mulai dikembangkan pada 1973, destinasi wisata ini memang menjadi zona konservasi bagi Orangutan. Seiring waktu, dikembangkan manjadi pusat pengamatan satwa langka dan dilindungi. Andy menambahkan, Bahorok khususnya destinasi Bukit Lawang memiliki karakter khas yang kuat.
"Pergerakan wisman di Bahorok sebelum pandemi Covid-19 sangat bagus. Selain Danau Toba, destinasi ini memang menjadi andalan Sumatera Utara. Komplet dengan alam dan budaya yang sangat khas. Bukit Lawang misalnya. Destinasi ini memiliki karakter khas dan selalu menarik perhatian wisman. Mereka bisa melihat Orangutan dan satwa langka lainnya di sana," lanjut Andy yang diamini Koordinator Destinasi Area I Kemenparekraf/Baparekraf, Wijonarko.
Sembari menikmati kekayaan alam, ada beberapa menu yang ditawarkan destinasi Bahorok. Wisatawan bisa menikmati Junggle Trekking. Aktivitas ini memberikan kesempatan wisatawan untuk menikmati dan mengeksplorasi spot ini secara menyeluruh. Sambil berjalan, wisatawan bisa melihat kehidupan alam liar TNGL melalui satwa Harimau Sumatera, Siaman, Beruang Madu, dan lainnya.
"Kawasan ini memiliki beragam satwa yang menarik. Salah satu yang ditunggu adalah aktivitas penjaga taman nasional saat memberi makan Orangutan. Jumlah Orangutan di sini sangat banyak. Yang jelas, para wisatawan harus mematuhi seluruh aturan termasuk protokol kesehatannya. Wisatawan tetap memakai masker, menjaga jarak, hingga rutin mencuci tangan," kata Andhy.
Lihat Juga :