Anak-Anak dari Segala Usia Bisa Tertular COVID-19

Senin, 19 Oktober 2020 - 10:15 WIB
Kebanyakan anak memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. Menurut American Academy of Pediatrics and the Children's Hospital Association di Amerika Serikat, anak-anak mewakili sekitar 10% dari semua kasus COVID-19. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak di bawah usia 10 hingga 14 tahun lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi virus yang menyebabkan COVID-19 dibandingkan orang yang berusia 20 tahun ke atas.

Melansir laporan Mayo Clinic pada Senin (19/10), tingkat rawat inap untuk pasien anak-anak juga jauh lebih rendah daripada orang dewasa. Namun, jika anak-anak dirawat di rumah sakit, mereka perlu dirawat di unit perawatan intensif sesering orang dewasa dirawat di rumah sakit, menurut penelitian dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC).

Selain itu, anak-anak dengan kondisi yang mendasari seperti obesitas, diabetes, dan asma, berisiko lebih tinggi terkena penyakit serius dengan COVID-19. Anak-anak yang memiliki penyakit jantung bawaan, kondisi atau kondisi genetik yang memengaruhi sistem saraf atau metabolisme juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit serius dengan COVID-19.

Penelitian menunjukkan pula bahwa tingkat COVID-19 lebih tinggi terjadi secara tidak proporsional pada anak-anak hispanik dan non-hispanik kulit hitam dibandingkan anak-anak kulit putih non-hispanik. Anak-anak hispanik dan non-hispanik hitam juga memiliki tingkat rawat inap yang lebih tinggi.

Jarang ada anak mengembangkan kondisi serius yang tampaknya terkait dengan COVID-19. Beberapa ahli berpendapat bahwa anak-anak tidak begitu parah terkena COVID-19, karena ada virus corona lain yang menyebar di masyarakat dan menyebabkan penyakit seperti flu biasa. Karena anak-anak sering masuk angin, sistem kekebalan mereka siap untuk memberi mereka perlindungan terhadap COVID-19.

Mungkin juga sistem kekebalan anak-anak berinteraksi dengan virus secara berbeda dengan sistem kekebalan orang dewasa. Beberapa orang dewasa jatuh sakit karena sistem kekebalan mereka tampaknya bereaksi berlebihan terhadap virus, menyebabkan lebih banyak kerusakan pada tubuh merek dan lebih kecil kemungkinannya terjadi pada anak-anak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!