Awas, Depresi karena Covid-19 Bisa Picu Asam Lambung

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 11:15 WIB
Kalau kondisi ini terus terjadi, maka lapisan esofagus akan iritasi sampai menimbulkan peradangan. Gejala GERD di antaranya mulut terasa asam, kesulitan menelan, mual dan muntah, tenggorokan sakit, gangguan tidur, dan bau mulut. Kerusakan gigi juga bisa terjadi lantaran sering terpapar asam lambung.

GERD tidak sama dengan maag. Jika maag terasa nyeri di ulu hati, sedangkan GERD menyebabkan rasa panas di dada. Meski begitu, seorang pasien bisa saja memiliki keluhan maag dan GERD sekaligus. GERD adalah penyakit menahun dan sudah berulang. Ketika GERD kambuh, sebaiknya penderita tidak cemas dan panik. Cemas malah akan menambah produksi asam lambung meningkat. (Baca juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Tulang)

"Segera konsumsi antasida (antacid) untuk menetralkan kadar asam di dalam lambung," saran Prof Dr dr H Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB FINASIM FACP. Asam lambung yang naik juga bisa membuat sesak napas atau terasa tercekik. Tapi tentunya berbeda dengan gejala Covid-19 yang diiringi dengan demam tinggi dan sesak napas.

Di samping itu, GERD juga terjadi berulang. Penyakit ini erat kaitannya dengan gaya hidup. Selain stres, kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak seperti cokelat dan keju yang mengakibatkan pengosongan lambung menjadi terganggu. Termasuk kebiasaan makan besar sesaat sebelum tidur pada malam hari dan merokok.

Karenanya, spesialis penyakit dalam konsultan Hepatologi Gastro Entero ini, menyarankan untuk mengendalikan stres, mendekatkan diri pada agama, menghindari makanan cokelat, keju, berlemak, asam, pedas, dan memberi jarak dua jam sehabis makan guna mencegah kambuhnya GERD. Diagnosis penyakit ini bisa dilakukan lewat aplikasi GERDQ. (Baca juga: Mobilnya Dipasang Bom, Ulama Tops Suriah Meninggal)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!