COVID-19 Sebabkan Otak Menua 10 Tahun
Minggu, 01 November 2020 - 13:46 WIB
Pemeriksaan kognitif mengukur seberapa baik performa otak dalam melakukan tugasnya seperti mengingat kata-kata, menghubungkan titik-titik, dan mengerjakan puzzle. Pemeriksaan ini secara luas digunakan sebagai asesmen dalam menangani penyakit seperti alzheimer dan membantu dokter dalam meneliti kerusakan otak sementara.
Tim Hamspshire menganalisa hasil dari 84.285 orang. Namun, Joanna Wardlaw, profesor di Edinburgh University mengatakan, penelitian ini tidak menyelidiki fungsi kognitif partisipan sebelum terkena COVID-19.
“Hasilnya juga tidak merefleksikan pemulihan jangka panjang, sehingga efek kognitif yang timbul mungkin berlangsung jangka pendek,” kata Wardlaw.
Penelitian lain menunjukkan bukti bahwa pasien COVID-19 dengan efek sedang hingga berat mengalami beragam keluhan meliputi syaraf, kognitif, psikologis, hingga gejala psikiatris.
“Saya melihat keluhan ini secara langsung,” kata Robert Stevens, MD, FCCM, dokter yang berjaga di ICU Johns Hopkins Medicine dengan pasien keluhan neurologis.
Tim Hamspshire menganalisa hasil dari 84.285 orang. Namun, Joanna Wardlaw, profesor di Edinburgh University mengatakan, penelitian ini tidak menyelidiki fungsi kognitif partisipan sebelum terkena COVID-19.
“Hasilnya juga tidak merefleksikan pemulihan jangka panjang, sehingga efek kognitif yang timbul mungkin berlangsung jangka pendek,” kata Wardlaw.
Penelitian lain menunjukkan bukti bahwa pasien COVID-19 dengan efek sedang hingga berat mengalami beragam keluhan meliputi syaraf, kognitif, psikologis, hingga gejala psikiatris.
“Saya melihat keluhan ini secara langsung,” kata Robert Stevens, MD, FCCM, dokter yang berjaga di ICU Johns Hopkins Medicine dengan pasien keluhan neurologis.
Lihat Juga :