Stres bisa memicu keputihan dan masalah di area kewanitaan
Sabtu, 07 November 2020 - 10:30 WIB
"Selain itu, beberapa perempuan juga jadi kurang aktif bergerak dan mengalami kenaikan berat badan semasa pandemi ini. Ditambah dengan stres yang semakin memicu permasalahan pada area kewanitaan," sambungnya.
Sebuah jurnal dari National Library of Medicine tahun 2020 menyebutkan bahwa stres meningkatkan peluang terhadap infeksi jamur candida pada vagina yang berulang atau biasa disebut Recurrent Vulvovaginal Candidiasis/RVVC, yang juga akan berpengaruh pada kualitas kesehatan seksual dari perempuan.
Baca juga : Grand Mercure Surabaya City Jadi Hotel Tangguh Semeru, Apa itu?
Selain stres, American Journal of Obstretics & Gynecology tahun 2019 menyebutkan bahwa perempuan yang tidak aktif bergerak dan memiliki Body Mass Index (BMI) yang tinggi berpeluang terkena bacterial vaginonis (BV) 30,4% lebih tinggi daripada perempuan dengan BMI yang rendah.
"BV ditandai dengan keputihan abnormal, gatal-gatal serta bau tidak sedap pada vagina. Keputihan sendiri masih menjadi penyebab utama permasalahan terhadap area kewanitaan. Sebuah studi menyebutkan bahwa 75% perempuan di Indonesia terbukti pernah mengalami keputihan minimal satu kali," tandasnya.
Sebuah jurnal dari National Library of Medicine tahun 2020 menyebutkan bahwa stres meningkatkan peluang terhadap infeksi jamur candida pada vagina yang berulang atau biasa disebut Recurrent Vulvovaginal Candidiasis/RVVC, yang juga akan berpengaruh pada kualitas kesehatan seksual dari perempuan.
Baca juga : Grand Mercure Surabaya City Jadi Hotel Tangguh Semeru, Apa itu?
Selain stres, American Journal of Obstretics & Gynecology tahun 2019 menyebutkan bahwa perempuan yang tidak aktif bergerak dan memiliki Body Mass Index (BMI) yang tinggi berpeluang terkena bacterial vaginonis (BV) 30,4% lebih tinggi daripada perempuan dengan BMI yang rendah.
"BV ditandai dengan keputihan abnormal, gatal-gatal serta bau tidak sedap pada vagina. Keputihan sendiri masih menjadi penyebab utama permasalahan terhadap area kewanitaan. Sebuah studi menyebutkan bahwa 75% perempuan di Indonesia terbukti pernah mengalami keputihan minimal satu kali," tandasnya.
(sal)
Lihat Juga :