Didukung Nagaswara, Perjuangan Elkasih atas Hak Cipta Buahkan Hasil
Rabu, 11 November 2020 - 15:44 WIB
Keluhan terkait royalti atas hak cipta dari Elkasih itu pun disambut dengan tangan terbuka oleh Nagaswara yang memang komitmen untuk memperjuangkan hak royalti atas karya cipta . Menurut CEO Nagaswara, Rahayu Kertawiguna, musisi berhak mendapat royalti dari karya-karya yang telah mereka hasilkan.
"Saya apresiasi upaya dan perjuangan Elkasih untuk mendapatkan hak-hak atas lagu mereka. Tangan saya dan Nagaswara selalu terbuka untuk sama-sama mengelola lagu-lagu tersebut. Silakan terus berkarya, Elkasih bersama Nagaswara," kata Rahayu.
Rahayu menilai masalah ini bisa terus terjadi karena kebanyakan itu terjadi putus komunikasi antara musisi dengan perusahaan label rekaman atau publishing. Hal tersebut membuat hak atas karya musisi terabaikan. Putus komunikasi juga bisa terjadi karena pihak label bubar akibat bangkrut, sehingga tidak ada data atau laporan jelas royalti. Ujung-ujungnya hasil royalti tidak sampai ke tangan penulis lagu atau musisi.
"Saya mengimbau pencipta lagu dan pemilik hak untuk proaktif menanyakan royalti ini atau bahkan memberikan teguran atau sanksi kepada pihak yang nakal daripada dibiarkan terus, makanya harus aktif dari pihak pencipta lagunya sebagai pemilik karya," terang Rahayu.
Dalam kesempatan sama, pemerhati musik Bens Leo mengaku prihatin dan sedih dengan etika seniman saat ini ketika membawakan karya cipta musisi lain penghargaan dalam bentuk kesadaran untuk meminta izin si pemilik lagu masih sangat rendah.
"Saya apresiasi upaya dan perjuangan Elkasih untuk mendapatkan hak-hak atas lagu mereka. Tangan saya dan Nagaswara selalu terbuka untuk sama-sama mengelola lagu-lagu tersebut. Silakan terus berkarya, Elkasih bersama Nagaswara," kata Rahayu.
Rahayu menilai masalah ini bisa terus terjadi karena kebanyakan itu terjadi putus komunikasi antara musisi dengan perusahaan label rekaman atau publishing. Hal tersebut membuat hak atas karya musisi terabaikan. Putus komunikasi juga bisa terjadi karena pihak label bubar akibat bangkrut, sehingga tidak ada data atau laporan jelas royalti. Ujung-ujungnya hasil royalti tidak sampai ke tangan penulis lagu atau musisi.
"Saya mengimbau pencipta lagu dan pemilik hak untuk proaktif menanyakan royalti ini atau bahkan memberikan teguran atau sanksi kepada pihak yang nakal daripada dibiarkan terus, makanya harus aktif dari pihak pencipta lagunya sebagai pemilik karya," terang Rahayu.
Dalam kesempatan sama, pemerhati musik Bens Leo mengaku prihatin dan sedih dengan etika seniman saat ini ketika membawakan karya cipta musisi lain penghargaan dalam bentuk kesadaran untuk meminta izin si pemilik lagu masih sangat rendah.
Lihat Juga :