Cerita Suara RCTI+ Angkat Kisah Dewa Syiwa Yang Agung
Rabu, 11 November 2020 - 19:58 WIB
Cerita Suara serial yang tayang di RCTI+ Season 1 Pelangi di Atas Glagah Wangi episode 2 berjudul Ilmu Rikma Sidi, di mana kisahnya tenyang Sang Hyang Iswara. Foto/Istimewa.
JAKARTA - Cerita Suara serial Pelangi di Atas Glagah Wangi yang tayang di RCTI+ memasuki episode 2. Kali ini berjudul Ilmu Rikma Sidi yang mengangkat Sang Hyang Iswara. Menurut kepercayaan agama Hindu, Dewa yang paling tinggi kedudukannya bernama Sang Hyang Iswara.
Untuk menyelenggarakan ciptaan seluruh alam semesta ini Sang Hyang Iswara menjelma menjadi tiga pribadi dewa: Brahma, Syiwa, dan Wisnu. Brahma mempunyai tugas mencipta, Wisnu memelihara, sedangkan Syiwa merusak. Tiga sifat tersebut terus berputar layaknya cakra manggilingan. (Baca juga: Amanda Jadi Tamu Dahsyatnya 2020, Tiara Andini Kesal Ditanya Soal Dul )
Diantara ketiga dewa tersebut, Syiwa menjadi Dewa yang paling disembah, diagungkan, dimuliakan, dipuja-puja, sekaligus paling ditakuti. Dalam keadaan baik, Syiwa disebut Mahakala atau Mahaguru.
Namun jika sedang murka, Syiwa berubah menjadi Bhairawa. Dengan wajah menakutkan, dia siap menghancur-leburkan isi dunia. Demikian sekilas pokok-pokok ajaran agama Syiwa yang banyak dianut masyarakat pedesaan pada zaman saat itu, termasuk Resi Wiyasa maupun Janardana.
Untuk menyelenggarakan ciptaan seluruh alam semesta ini Sang Hyang Iswara menjelma menjadi tiga pribadi dewa: Brahma, Syiwa, dan Wisnu. Brahma mempunyai tugas mencipta, Wisnu memelihara, sedangkan Syiwa merusak. Tiga sifat tersebut terus berputar layaknya cakra manggilingan. (Baca juga: Amanda Jadi Tamu Dahsyatnya 2020, Tiara Andini Kesal Ditanya Soal Dul )
Diantara ketiga dewa tersebut, Syiwa menjadi Dewa yang paling disembah, diagungkan, dimuliakan, dipuja-puja, sekaligus paling ditakuti. Dalam keadaan baik, Syiwa disebut Mahakala atau Mahaguru.
Namun jika sedang murka, Syiwa berubah menjadi Bhairawa. Dengan wajah menakutkan, dia siap menghancur-leburkan isi dunia. Demikian sekilas pokok-pokok ajaran agama Syiwa yang banyak dianut masyarakat pedesaan pada zaman saat itu, termasuk Resi Wiyasa maupun Janardana.
Lihat Juga :