Di Rumah Saja Bisa Membuat Anak Kreatif

Kamis, 12 November 2020 - 10:45 WIB
Sandi Mann, dosen senior Psikologi di University of Central Lancashire, England, yang juga ketua tim studi 2014, menjelaskan lebih jauh apa itu rasa bosan. “Kalau Anda tidak terstimulasi tapi Anda bahagia, itu namanya hanya relaksasi. Tapi kalau terstimulasi dan ingin stimulasi lagi maka itu namanya rasa bosan,” jelas Mann.

Ketika anak berteriak kebosanan, sebetulnya otaknya juga tengah berteriak. “Otak mencari stimulasi, jadi ketika sedang bosan otak akan mencoba membuat stimulasi,” ujar Sara L. Dolan, profesor Psikologi dan Neuroscience di Baylor University. Shannon Barnett, asisten profesor psychiatry and behavioral sciences di Johns Hopkins University School of Medicine, Baltimore mengatakan, ketika anak saya mengeluh mereka bosan saya katakan bahwa saya senang mendengarnya. “Itu bagus untuk otak mereka,” papar Barnett.

Rasa bosan memberi mereka kesempatan untuk kreatif dan memecahkan masalah. Penelitian 2018 mengungkap, ketika anak tengah bengong atau melamun, bagian dari otak yang bertugas memecahkab masalah mulai berkomunikasi. Keluhan negatif terkait rasa bosan justru bisa menjadi hal yang baik.

Barnett dan Mann menyarankan orangtua memberikan beberapa aktivitas untuk mengisi kebosanan anak. Bagi anak yang suka kegiatan prakarya, Anda bisa mengajak anak mencari bahan untuk berkarya. “Seperti mainan, karton bekas tisu roll, atau bahan lain yang bisa digunakan,” saran Barnett. (Lihat videonya: Fenomena Pohon Pisang Berdaun Putih Gegerkan Warga Kudus)

Atau mengumpulkan daun atau bunga untuk ditempelkan di kertas. Anda bisa melihat ide-ide di Youtube. Ajak anak untuk ikut sumbang ide sehingga ia lebih termotivasi. Sejatinya rasa bosan mendorong anak untuk mencari sesuatu yang baru. Jadi tidak selamanya bosan itu negatif bukan. (Sri Noviarni)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!