Usai Terkena Pilek, Lindungi Diri dari Serangan Covid-19

Rabu, 18 November 2020 - 13:31 WIB
Tim peneliti menemukan korelasi tersebut saat mengembangkan tes baru yang lebih sensitif untuk menyaring antibodi Covid-19 pada orang yang telah terinfeksi. Saat memeriksa hasil tes mereka, para peneliti menemukan bahwa beberapa orang sudah memiliki protein antibodi yang bereaksi terhadap Covid-19, meskipun mereka belum tertular.

Dalam analisis yang lebih mendalam terhadap 300 sampel darah yang dikumpulkan sebelum pandemi dari 2011-2018, mereka menemukan bahwa hampir semua orang memiliki antibodi pilek. Selain itu, sekitar 5% dari sampel orang dewasa memiliki antibodi yang dapat mengenali Covid-19, dan 7% baru-baru ini terserang flu dengan antibodi serupa.

Khususnya, hampir setengah dari anak-anak hingga remaja berusia 6-16 tahun memiliki antibodi yang dapat mengenali Covid-19. "Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami mengapa ini terjadi, tetapi itu bisa terjadi pada anak-anak yang lebih teratur terpapar virus corona lain seperti pilek," jelas Ng.

Antibodi pilek juga dapat menjelaskan mengapa anak-anak cenderung tidak mengembangkan Covid-19 yang parah. Namun, para peneliti tidak dapat memastikan apakah antibodi ini mencegah Covid-19, mengurangi penularan virus, atau mengurangi keparahan penyakit.

"Ini menarik, karena memahami dasar dari kegiatan ini dapat mengarah pada vaksin yang bekerja melawan berbagai virus corona, termasuk jenis pilek, serta SARS-CoV-2 dan jenis pandemi di masa depan," ujar George Kassiotis, senior penulis studi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!