Menjelajah Keindahan Sungai Purba Tebat Rasau Belitung
Rabu, 18 November 2020 - 19:29 WIB
Tak hanya terkenal dengan sungainya, Tebat Rasau juga memiliki hutan yang begitu kaya. "Untuk menyusurinya, kita hanya perlu berjalan kaki di atas jembatan kayu sepanjang 180 meter selama kurang lebih tiga puluh menit, tergantung kecepatan," ungkap Arya seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/11).
Sebelum masuk ke area jembatan, ada peringatan untuk pengunjung, khususnya wanita agar tidak ikut menyusuri sungai bila sedang haid. Mengingat lokasi hutan masih alami, sehingga dikhawatirkan ada binatang buas. Kondisi hutan masih terjaga, sehingga udara sangat segar dan sejuk. Para peserta pun menyusuri Hutan Rasau di atas jembatan.
Arya memaparkan, Tebat Rasau dikelola oleh para nelayan sungai yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lanun. Di sini terdapat banyak spesies unik yang hidup di Sungai Purba, misalnya ikan buntal sungai yang tidak beracun. Ada juga ikan lenggang seperti lele, panjangnya kurang lebih 70 sentimeter. Kondisi air sungai sangat jernih, tak terlihat sampah sedikit pun.
Di sepanjang jembatan, para pengunjung Tebat Rasau juga dapat berfoto di sepanjang jembatan. Bahkan juga tersedia gardu pandang yang bisa dinaiki pengunjung yang berusia di atas 12 tahun.
Menurut Arya, Tebat Rasau berjarak sekitar 50 kilometer dari Bandara Hanandjoeddin Tanjungpandan, dan 35 kilometer dari Kota Manggar, Ibu Kota Belitung Timur. "Kami menyusuri Tebat Rasau pada program Wisata Edukasi Tematik Nusantara di Belitung dengan tema 'Island Exploration in Belitung' yang dipadupadankan dengan program CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Enviromental Sustainability)," ujarnya.
Sebelum masuk ke area jembatan, ada peringatan untuk pengunjung, khususnya wanita agar tidak ikut menyusuri sungai bila sedang haid. Mengingat lokasi hutan masih alami, sehingga dikhawatirkan ada binatang buas. Kondisi hutan masih terjaga, sehingga udara sangat segar dan sejuk. Para peserta pun menyusuri Hutan Rasau di atas jembatan.
Arya memaparkan, Tebat Rasau dikelola oleh para nelayan sungai yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lanun. Di sini terdapat banyak spesies unik yang hidup di Sungai Purba, misalnya ikan buntal sungai yang tidak beracun. Ada juga ikan lenggang seperti lele, panjangnya kurang lebih 70 sentimeter. Kondisi air sungai sangat jernih, tak terlihat sampah sedikit pun.
Di sepanjang jembatan, para pengunjung Tebat Rasau juga dapat berfoto di sepanjang jembatan. Bahkan juga tersedia gardu pandang yang bisa dinaiki pengunjung yang berusia di atas 12 tahun.
Menurut Arya, Tebat Rasau berjarak sekitar 50 kilometer dari Bandara Hanandjoeddin Tanjungpandan, dan 35 kilometer dari Kota Manggar, Ibu Kota Belitung Timur. "Kami menyusuri Tebat Rasau pada program Wisata Edukasi Tematik Nusantara di Belitung dengan tema 'Island Exploration in Belitung' yang dipadupadankan dengan program CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Enviromental Sustainability)," ujarnya.
Lihat Juga :