Bangkitkan Pariwisata Melalui Misi Penjualan Pasar Nusantara
Sabtu, 28 November 2020 - 20:43 WIB
"Pariwisata itu kan DNA-nya adalah perjalanan dan pergerakan. Namun pandemi justru membatasi pergerakan dan perjalanan wisatawan. Imbasnya, napas kehidupan pariwisata otomatis terhenti saat perjalanan dan pergerakan wisatawan tidak ada," ujar Vinsensius.
Agar bangkit dari keterpurukan, Kemenparekraf/Baparekraf memiliki sejumlah langkah strategis. Pertama, pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan, Kemenparekraf/Baparekraf berusaha mengajak masyarakat untuk menikmati suasana baru di tempat terdekat. "Itu dilakukan mulai awal bulan Juni hingga Juli. Kemudian dari bulan Juli kita sudah mulai menikmati suasana di luar kota, tapi tetap dengan tidak berkumpul di luar dan tetap stay cussion di tempat," ungkapnya.
Kemudian, kata Vinsensius, mendorong orang-orang bisa bergerak dari satu pulau ke pulau lain pada akhir tahun dengan target perekonomian pariwisata bisa segera tumbuh. "Kita tahu bahwa ada dua hal yang urgent dan penting, yang pertama kesehatan dan kedua perekonomian. Seperti Bapak Presiden katakan bahwa kita harus hidup berdampingan dengan Covid-19. Tapi mari kita patuhi 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," paparnya.
"Kita mengajak berwisata, tetapi dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Ini salah satu kegiatan kita di setiap kota dan salah satunya ini di mall, kita memberitahukan kepada masyarakat atau pengunjung yang datang kalau kita terus tetap semangat, kita tetap berwisata, tetapi tetap patuhi protokol kesehatan ," lanjutnya.
Meskipun begitu, Vinsensius tetap mengimbau agar perjalanan wisata hendaknya dilakukan di dalam negeri saja. "Kalau kita tidak bisa berwisata jauh, mari kita berwisata di dekat kita saja. Kita punya slogan #DiIndonesiaAja atau untuk setiap masing-masing daerah bisa dengan #DiBatamAja, #DiBaliAja dan seterusnya. Mungkin ini kenapa kita hadir di Batam, di samping ada beberapa program lainnya," ujarnya.
Agar bangkit dari keterpurukan, Kemenparekraf/Baparekraf memiliki sejumlah langkah strategis. Pertama, pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan, Kemenparekraf/Baparekraf berusaha mengajak masyarakat untuk menikmati suasana baru di tempat terdekat. "Itu dilakukan mulai awal bulan Juni hingga Juli. Kemudian dari bulan Juli kita sudah mulai menikmati suasana di luar kota, tapi tetap dengan tidak berkumpul di luar dan tetap stay cussion di tempat," ungkapnya.
Kemudian, kata Vinsensius, mendorong orang-orang bisa bergerak dari satu pulau ke pulau lain pada akhir tahun dengan target perekonomian pariwisata bisa segera tumbuh. "Kita tahu bahwa ada dua hal yang urgent dan penting, yang pertama kesehatan dan kedua perekonomian. Seperti Bapak Presiden katakan bahwa kita harus hidup berdampingan dengan Covid-19. Tapi mari kita patuhi 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," paparnya.
"Kita mengajak berwisata, tetapi dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Ini salah satu kegiatan kita di setiap kota dan salah satunya ini di mall, kita memberitahukan kepada masyarakat atau pengunjung yang datang kalau kita terus tetap semangat, kita tetap berwisata, tetapi tetap patuhi protokol kesehatan ," lanjutnya.
Meskipun begitu, Vinsensius tetap mengimbau agar perjalanan wisata hendaknya dilakukan di dalam negeri saja. "Kalau kita tidak bisa berwisata jauh, mari kita berwisata di dekat kita saja. Kita punya slogan #DiIndonesiaAja atau untuk setiap masing-masing daerah bisa dengan #DiBatamAja, #DiBaliAja dan seterusnya. Mungkin ini kenapa kita hadir di Batam, di samping ada beberapa program lainnya," ujarnya.
Lihat Juga :