Festival Literasi JILF Siap Digelar, akan Mempertanyakan Kisah Sejarah Mainstream
Kamis, 03 Desember 2020 - 21:03 WIB
Dalam pandangan Avianti Armand selaku direktur JILF, festival literasi masih amat minim jumlahnya di Tanah Air, "Tidak sebanding jumlahnya dengan jumlah penduduk kita yang besar," kata Avianti dalam Konferensi Pers Virtual Road To JILF 2021, (1/12).
Karenanya lewat JILF ia berharap dapat ikut meramaikan perhelatan sastra di Indonesia. Road to JILF 2021 mengusung tema “Heroes: (Re)making History”.
Tim kurator JILF, yang terdiri atas Isyana Artharini dan Ronny Agustinus, ingin menggugat narasi dominan dan mempertanyakan kacamata siapa yang selama ini kita gunakan untuk membaca suatu kisah.
“JILF ingin menjadi sebuah ruang yang terbuka dan berani dalam menembus batasan, terutama dalam upaya menjadi bagian dari sebuah kolektif untuk mereka ulang lanskap sastra dunia yang lebih mudah diakses, beragam, dan setara,” ujar Isyana.
Ia melanjutkan, melalui Road to JILF 2021, khalayak sastra dapat menemukan dan mempelajari sejarah yang diceritakan dari sudut pandang “pemenang” yang berbeda mengacu pada tema Heroes yang diangkat.
Menyiasati situasi yang tengah pandemi, program Road to JILF 2021, “Heroes: (Re)making History” menghadirkan perbincangan sastra melalui Podcast Sastra dan Diskusi Panel. Adapun empat tema utama yang akan dibahas adalah “Sejarah dari Ingatan”, “Kekuatan dan Batas Representasi”, “Kisah-Kisah Fantastis”, dan “Kisah-Kisah Masa Depan”. (Baca Juga: tim penerima beasiswa lpdp edukasi soal internet dan budidaya lele di cilincing )
Karenanya lewat JILF ia berharap dapat ikut meramaikan perhelatan sastra di Indonesia. Road to JILF 2021 mengusung tema “Heroes: (Re)making History”.
Tim kurator JILF, yang terdiri atas Isyana Artharini dan Ronny Agustinus, ingin menggugat narasi dominan dan mempertanyakan kacamata siapa yang selama ini kita gunakan untuk membaca suatu kisah.
“JILF ingin menjadi sebuah ruang yang terbuka dan berani dalam menembus batasan, terutama dalam upaya menjadi bagian dari sebuah kolektif untuk mereka ulang lanskap sastra dunia yang lebih mudah diakses, beragam, dan setara,” ujar Isyana.
Ia melanjutkan, melalui Road to JILF 2021, khalayak sastra dapat menemukan dan mempelajari sejarah yang diceritakan dari sudut pandang “pemenang” yang berbeda mengacu pada tema Heroes yang diangkat.
Menyiasati situasi yang tengah pandemi, program Road to JILF 2021, “Heroes: (Re)making History” menghadirkan perbincangan sastra melalui Podcast Sastra dan Diskusi Panel. Adapun empat tema utama yang akan dibahas adalah “Sejarah dari Ingatan”, “Kekuatan dan Batas Representasi”, “Kisah-Kisah Fantastis”, dan “Kisah-Kisah Masa Depan”. (Baca Juga: tim penerima beasiswa lpdp edukasi soal internet dan budidaya lele di cilincing )
Lihat Juga :