Kemenkes Siapkan Program Lawan HIV AIDS
Rabu, 02 Desember 2020 - 02:02 WIB
Tahun lalu, Kementerian Kesehatan bisa melakukan tes khususnya untuk HIV, Sifilis, dan Hepatitis kepada dua juta lebih ibu hamil. Tahun ini, tambah dr. Nadia, mungkin karena terkendala COVID-19 ibu hamil yang dites baru pada angka 1,7 juta, di mana dari 1,7 juta ini kurang lebih 0,3% positif HIV/AIDS.
“Kita kuatkan komitmen untuk berupaya mencegah ibu hamil yang positif HIV/AIDS menularkan kepada anaknya. Ini yang sudah pasti supaya kita menghasilkan SDM yang tentu berdaya saing dan nanti akan berkontribusi pada pembangunan secara umum," ucap dr. Nadia.
Ia menjelaskan langkah awal yang dilakukan adalah mencegah anak yang dilahirkan tidak terinfeksi HIV/AIDS melalui Program Aku Bangga Aku Tahu. Kemenkes juga berusaha mengurangi stigma dan diskriminasi yang dirasakan orang dengan HIV/AIDS.
"Terutama pada anak-anak ataupun bayi yang tadinya HIV/AIDS positif kemudian mengalami stigma dan diskriminasi di masyarakat. Dengan Program Aku Bangga Aku Tahu, untuk tahun ini kita berusaha mengurangi bahkan menghilangkan stigma dan diskriminasi," kata dr. Nadia.
Menurutnya, dengan Program Aku Bangga Aku Tahu, Kemenkes mengajak semua orang untuk mengetahui status HIV/AIDS-nya agar memastikan pada saat nanti berkeluarga dan kemudian berencana memiliki keturunan sudah mengetahui statusnya.
Sementara itu, Ketua PP Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi dr. Ari Kusuma J, Sp.OG mengatakan, untuk mengakhiri HIV/AIDS terdapat 3 ukuran yakni pertama zero infeksi baru, pemerintah akan menekan infeksi baru seminimal mungkin tidak ada kasus baru. Ditargetkan sebanyak 90% orang dengan HIV/AIDS mengetahui statusnya.
“Kita kuatkan komitmen untuk berupaya mencegah ibu hamil yang positif HIV/AIDS menularkan kepada anaknya. Ini yang sudah pasti supaya kita menghasilkan SDM yang tentu berdaya saing dan nanti akan berkontribusi pada pembangunan secara umum," ucap dr. Nadia.
Ia menjelaskan langkah awal yang dilakukan adalah mencegah anak yang dilahirkan tidak terinfeksi HIV/AIDS melalui Program Aku Bangga Aku Tahu. Kemenkes juga berusaha mengurangi stigma dan diskriminasi yang dirasakan orang dengan HIV/AIDS.
"Terutama pada anak-anak ataupun bayi yang tadinya HIV/AIDS positif kemudian mengalami stigma dan diskriminasi di masyarakat. Dengan Program Aku Bangga Aku Tahu, untuk tahun ini kita berusaha mengurangi bahkan menghilangkan stigma dan diskriminasi," kata dr. Nadia.
Menurutnya, dengan Program Aku Bangga Aku Tahu, Kemenkes mengajak semua orang untuk mengetahui status HIV/AIDS-nya agar memastikan pada saat nanti berkeluarga dan kemudian berencana memiliki keturunan sudah mengetahui statusnya.
Sementara itu, Ketua PP Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi dr. Ari Kusuma J, Sp.OG mengatakan, untuk mengakhiri HIV/AIDS terdapat 3 ukuran yakni pertama zero infeksi baru, pemerintah akan menekan infeksi baru seminimal mungkin tidak ada kasus baru. Ditargetkan sebanyak 90% orang dengan HIV/AIDS mengetahui statusnya.
Lihat Juga :