Ganggu Fungsi Jantung, Jauhkan Anak-Anak dari Paparan Asap Rokok

Rabu, 09 Desember 2020 - 20:02 WIB
Para peneliti memeriksa catatan kesehatan lebih dari 1.100 orang dewasa (usia rata-rata 45 tahun, 52% perempuan) yang merupakan peserta dalam studi Childhood Determinants of Adult Health, sebuah proyek penelitian di seluruh Australia yang dimulai pada 1985 yang menyelidiki pentingnya faktor masa kanak-kanak dalam perkembangan selanjutnya dari faktor risiko penyakit jantung dan stroke.

Sekitar setengah (54%) dari peserta terkena paparan asap rokok di rumah selama masa kanak-kanak. Evaluasi terakhir peserta adalah antara 2014 dan 2019, 34 tahun setelah mereka memasuki studi sebagai anak sekolah.

Tingkat keparahan paparan merokok pada masa kanak-kanak dihitung dengan tiga cara, yakni jumlah perokok di rumah, berapa tahun setiap anak terpapar rokok tembakau oleh anggota rumah, dan tingkat keparahan indeks keterpaparan -apakah seorang anak dikatakan tidak pernah terpapar di rumah, kadang atau selalu.

Pada evaluasi orang dewasa, pencitraan ultrasound digunakan untuk mengukur regangan longitudinal global (GLS) dari ventrikel kiri, ruang pompa utama jantung. GLS menunjukkan seberapa banyak otot-otot ventrikel kiri memendek saat mereka membantu memeras darah keluar dari jantung, dibandingkan dengan panjang istirahat otot di antara detak jantung.

"GLS dapat menunjukkan perubahan awal dalam kemampuan jantung untuk berkontraksi dengan benar dan dapat memberikan informasi tentang risiko penyakit jantung. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa setiap 1% penurunan GLS telah dikaitkan dengan risiko 12% lebih tinggi dari morbiditas dan mortalitas kardiovaskular pada populasi umum yang berisiko rendah," jelas Ezegbe.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!