Studi: Sakit Mata Bisa Menjadi Salah Satu Gejala COVID-19

Kamis, 10 Desember 2020 - 09:29 WIB
Sebuah studi mengungkapkan bahwa sakit mata bisa menjadi gejala penyakit COVID-19. Foto/medicalnewstoday.com
JAKARTA - Sakit mata adalah gejala COVID-19 berbasis penglihatan yang paling signifikan, menurut penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open Ophthalmology. Para peneliti di Anglia Ruskin University (ARU) meminta orang-orang yang memiliki diagnosis COVID-19 yang dikonfirmasi untuk mengisi kuesioner tentang gejala mereka, dan bagaimana gejala tersebut dibandingkan sebelum mereka dites positif.

Studi tersebut menemukan bahwa sakit mata secara signifikan lebih umum terjadi ketika partisipan menderita COVID-19 , dengan 16% melaporkan masalah tersebut sebagai salah satu gejala mereka. Hanya 5% yang melaporkan pernah mengalami kondisi tersebut sebelumnya.



Sementara 18% orang melaporkan menderita fotofobia (sensitivitas cahaya) sebagai salah satu gejala mereka, ini hanya peningkatan 5% dari keadaan sebelum COVID-19. Dari 83 responden, 81% melaporkan masalah mata dalam dua minggu setelah gejala COVID-19 lainnya.

Baca juga : Vaksin Sinovac Belum Aman Disuntik untuk Usia di Atas 60 Tahun

Dari jumlah tersebut, 80% melaporkan masalah mata mereka berlangsung kurang dari dua minggu. Gejala yang paling umum dilaporkan secara keseluruhan adalah kelelahan (diderita oleh 90% responden), demam (76%) dan batuk kering (66%).

“Ini adalah studi pertama yang menyelidiki berbagai gejala mata yang mengindikasikan konjungtivitis dalam kaitannya dengan COVID-19, kerangka waktunya dalam kaitannya dengan gejala COVID-19 yang diketahui dan durasinya," jelas penulis utama Profesor Shahina Pardhan, Direktur Vision and Eye Research Institute di ARU.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!