SEAScreen 2020 Digelar Daring, Hadirkan Pembuat Film dari Asia Tenggara

Kamis, 17 Desember 2020 - 14:21 WIB
Proyek film cerita panjang ini terpilih sebagai The Most Promising Project di penutup SEAScreen 2017. Konsep cerita Mountain Song kemudian dijemput oleh salah satu mentor dalam workshop, yaitu produser Ifa Isfansyah dari Fourcolors Film.

Baca juga: Kembali Diselenggarakan, VVF 2020 Berlangsung Virtual

Dalam SEAScreen 2018 salah satu karya peserta dari Papua, Yulika Anastasya Tonotwiyat (Hutan Perempuan) berhasil diproduksi dan mendapat penghargaan special mention dalam festival film dokumenter Yogjakarta 2019 dan nominasi film dokumenter terbaik dalam FFI 2019.

Semangat berkarya para pembuat film di Indonesia Timur semakin memiliki peluang untuk terus berkembang di masa yang akan datang, kegiatan pertukaran pengetahuan seperti SEAScreen Academy yang diselenggarakan oleh Rumata' ArtSpace memiliki peran penting di dalamnya.

Pendiri Rumata’ Artspace dan Direktur SEAScreen Academy, Riri Riza mengatakan, tujuan SEAScreen adalah menjadi tempat berbagi pengetahuan dan menjaga keterhubungan antara para pembuat film muda di timur Indonesia dan para pembuat film di Asia Tenggara. Penyelenggaraan secara daring dinilai akan membantu kemungkinan kegiatan bisa berjalan dengan isi yang lebih kaya.

Baca juga: Jogja-NETPAC Asian Film Festival Akan Digelar di Makassar
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!