Webinar PSPK: Orientasi Belajar Harusnya Bukan Sekadar Mengejar Nilai
Rabu, 23 Desember 2020 - 18:23 WIB
Foto: Instagram @pspk_id
Hal ini sebenarnya sudah diusahakan untuk tercapai dengan memberikan sekolah ruang untuk mengeksplorasi kurikulum yang sudah ditetapkan.
“Sekolah, kan, juga bermacam-macam. Ada yang punya ruang dan kompetensi untuk menerjemahkan dan menyusun arahan yang sudah diberikan tapi ada juga yang tidak punya kemampuan itu sehingga melaksanakan arahan yang berupa edaran dan peraturan plek sekali,” ujar Indriyati yang akrab disapa Mbak Didi.
Pernyataan tersebut disepakati oleh Susanti Sufyadi. Menurutnya, kebijakan pendidikan ini sangat bergantung pada kemampuan satuan pendidikan di lapangan dalam penerapannya.
"Sangat diperlukan pengawasan dan pemastian keberjalanannya di lapangan agar tidak salah kaprah,” katanya.
Yang menjadi momok tercapainya pembelajaran yang bermakna ini seringkali adalah kondisi guru yang merasa dituntut untuk mengejar kompetensi dasar yang sudah ditentukan dan berjumlah sangat banyak.
Padahal seharusnya tuntutan ini tidak dijadikan pertimbangan utama dalam melaksanakan pembelajaran. Menurut Indriyati Hutami seharusnya yang didahulukan adalah kepentingan peserta didik.
Ia mencontohkan, sebuah pertanyaan yang kerap kali menjadi dilema pengajar di lapangan adalah mana yang lebih penting? Anak-anak mampu untuk menghafal atau anak-anak mampu untuk menggunakan pengetahuan yang diberikan kepadanya untuk suatu hal?”
Lihat Juga :