Nyeri Punggung Jadi Gejala COVID-19, Benarkah?

Selasa, 12 Januari 2021 - 05:08 WIB
Sakit punggung akibat COVID-19 adalah bagian dari nyeri atau sakit otot yang CDC masukkan dalam gejala resmi penyakit akibat SARS-COV2 tersebut. Laporan di bulan Februari tahun lalu dari WHO yang menganalisa hampir 56.000 kasus COVID-19 di China, menemukan 15% pasien mengalami sakit atau nyeri otot.

“COVID-19 seperti virus lainnya, akan menyebabkan gejala sistemik,” ujar Marcuw Duda, spesilias bedah ortopedi dan pendiri Vive Wear dikutip dari Prevention.

Serupa dengan flu, COVID-19 bisa menyebabkan tubuh mengalami nyeri di sekujur tubuh, sambung Duda. Begini penjelasannya, saat tubuh sakit, tubuh melepaskan imunitas untuk melawan material asing seperti bakteri atau virus.

“Nyeri sendi di punggung dan kaki adalah karena respon peradangan yang terjadi terhadap virus,” jelas Duda.

Infeksi virus ini menyebabkan tubuh meriang, mengigil, nyeri di bagian tubuh, dan sulit bergerak. “Lebih spesifik lagi, nyeri dan sakit otot adalah sebagai hasil dari sel sistem imunitas yang melepaskan interleukin. Ini adalah protein yang membantu melawan patogen yang menginfeksi tubuh,” beber Richard Watkins, M.D., profesor penyakit infeksi dan spesialis penyakit dalam di Northeast Ohio Medical University.

Kalau Anda mengalami gejala seperti demam, batuk kering, kehilangan indera perasa dan penciuman, sakit tenggorokan, sakit kepala, atau nyeri di beberapa bagian tubuh, ini adalah gejala COVID-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!