Studi di Wuhan Temukan Gejala Covid-19 Mampu Bertahan hingga 6 bulan
Rabu, 13 Januari 2021 - 10:50 WIB
"Analisis kami menunjukkan bahwa sebagian besar pasien terus hidup dengan setidaknya beberapa efek virus setelah meninggalkan rumah sakit, dan menyoroti kebutuhan untuk perawatan pasca-keluar," kata Dr. Bin Cao, seorang penulis studi dan wakil direktur dari Pusat Penyakit Pernafasan di Rumah Sakit Persahabatan China-Jepang di Beijing dalam sebuah pernyataan.
Namun, ini adalah studi observasi, yang berarti tidak mungkin untuk menghubungkan gejala-gejala tersebut secara langsung dengan virus corona baru. Untuk menunjukkan hubungan yang sebenarnya, penelitian perlu membandingkan hasil Covid-19 dengan mereka yang dirawat di rumah sakit dengan infeksi serupa yang juga dapat menyebabkan pneumonia.
"Saya ingin melihat data pasien yang dirawat dengan penyakit selain Covid-19 selama periode itu," jelas Dr. Hana El Sahly, seorang profesor virologi molekuler dan mikrobiologi dan kedokteran di Baylor College of Medicine di Houston.
Dilansir NBC News, Selasa (12/1), masuk rumah sakit dengan pneumonia bisa menjadi peristiwa traumatis bagi siapa pun. El Sahly menambahkan bahwa tidak jarang pasien tersebut memiliki gejala yang menetap.
Studi tersebut juga menemukan bahwa mereka dengan kasus paling parah masih mengalami kesulitan bernapas enam bulan kemudian. Lebih dari separuh yang membutuhkan ventilator karena penyakitnya kemudian mengalami kondisi yang mengurangi aliran oksigen dari paru-paru ke aliran darah.
Namun, ini adalah studi observasi, yang berarti tidak mungkin untuk menghubungkan gejala-gejala tersebut secara langsung dengan virus corona baru. Untuk menunjukkan hubungan yang sebenarnya, penelitian perlu membandingkan hasil Covid-19 dengan mereka yang dirawat di rumah sakit dengan infeksi serupa yang juga dapat menyebabkan pneumonia.
"Saya ingin melihat data pasien yang dirawat dengan penyakit selain Covid-19 selama periode itu," jelas Dr. Hana El Sahly, seorang profesor virologi molekuler dan mikrobiologi dan kedokteran di Baylor College of Medicine di Houston.
Dilansir NBC News, Selasa (12/1), masuk rumah sakit dengan pneumonia bisa menjadi peristiwa traumatis bagi siapa pun. El Sahly menambahkan bahwa tidak jarang pasien tersebut memiliki gejala yang menetap.
Studi tersebut juga menemukan bahwa mereka dengan kasus paling parah masih mengalami kesulitan bernapas enam bulan kemudian. Lebih dari separuh yang membutuhkan ventilator karena penyakitnya kemudian mengalami kondisi yang mengurangi aliran oksigen dari paru-paru ke aliran darah.
Lihat Juga :