Konsumsi Buah Langsung Bantu Proses Penyerapan Gizi

Sabtu, 23 Januari 2021 - 07:54 WIB
Tapi, benarkah minum jus buah itu baik, dan mana yang lebih sehat minum jus atau makan buah segarnya langsung? Dari kedua cara ini, mengonsumsi buah secara langung lebih baik. Buah yang dikunyah sangat bermanfaat untuk proses penyerapan kandungan gizi tubuh.

Dokter gizi klinik dari rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi, Stella Bela, menjelaskan, paling bagus mengonsumsi buah dengan cara dimakan langsung (dikunyah). Saat proses mengunyah, kelenjar air ludah (saliva) dan enzim dalam mulut akan memecah karbohidrat pada buah. Sehingga, buah akan mudah dicerna saat masuk kesaluran pencernaan.

Meski begitu, bukan berarti kandungan buah yang hanya diambil ekstraknya seperti di jus kurang bermanfaat bagi tubuh. Dalam buah yang dijadikan jus, kandungan seratnya bisa langsung diserap oleh tubuh. Namun, sumber konsentrasi gulanya lebih besar, sama seperti minuman ringan lainnya. Namun, Anda harus memperhatikan saat akan membuat jus. Karena hal ini berhubungan dengan alat blender atau membuat jus (juicer) yang digunakan. Baca juga: Kemenkes: 132.000 Lebih Nakes Telah Divaksin Corona

"Buah yang diblender dengan kecepatan tinggi, kadar vitamin akan berkurang. Jadi, kalau mau vitaminnya tetap tinggi, sebaiknya pakai yang slow juicer (kecepatan rendah). Sebenarnya bentuk asli (buah segar) maupun jus itu lebih kepada kepraktisan dalam mengonsumsinya," tambah Stella.

Selain itu, mengonsumsi buah-buahan dengan cara dijadikan jus mampu menghilangkan serat yang seharusnya digunakan untuk menahan laju penyerapan gula alami di dalam tubuh.

Semakin banyak buah yang digunakan dalam jus, akan semakin menambah konsentrasi gula, untuk membuat segelas jus jeruk misalnya, dibutuhkan 3 sampai 4 buah ditambah dengan gula yang membuat kandungan kalori dalam buah tersebut bertambah. Hal ini sangat berbeda jika memakan langsung buah tersebut.

"Misalnya seseorang yang memakan 1 buah apel sudah bisa merasakan kenyang. Sedangkan meminum cairan tidak akan membuat kenyang lebih lama, karena cairan lebih mudah diserap tubuh. Hal ini membuat peminum jus berisiko terkena obesitas dua kali lebih besar," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!