Melanggengkan Aura Gamelan Jawa di Kaki Matterhorn

Sabtu, 16 Mei 2020 - 10:51 WIB
Dalam Indonesia Night di World Economic Forum (WEF) Davos, Graubunden, Swiss Tenggara, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengaku kagum terhadap penampilan Sekolah Musik 123. ’’Saya tidak mengerti budaya Jawa, namun apa yang dimainkan mereka sangat memukau,’’kata Luhut.

Indonesia, masih kata Luhut, beruntung memiliki orang seperti Nicole Coppey. ’’Kami akan terus mendukung mereka yang berupaya memperkenalkan Indonesia di luar negeri,’’ janji Luhut.

Nicole mempelajari gamelan sejak tahun 2008, di Cite de la Musique, Paris, Prancis. Bersama 15 muridnya, Nicole belajar gamelan Jawa di sekolah musik terkenal di Paris itu. Kini, Cite de la Musique berubah nama,

karena kemajuannya, menjadi Philharmonie de Paris.

Baca Juga: Gamelan Jawa di Lereng Matterhorn, Logat Wong Tegal made in Swiss

Tahun 2009, Nicole mengadakan konser gamelan pertamanya, di Sion, Wallis, Swiss Barat. ’’Sebenarnya konser jarak jauh, karena bergabung juga penabuh gamelan anak anak dari Perancis,’’ kenangnya. Dalam waktu yang sama, di tempat berbeda, Sion dan Paris, melakukan konser bersama, dengan gamelan Jawa dan repertoire serupa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!