Menkes Budi Ungkap Alasan Kenapa Indonesia Harus Gercep dalam Proses Vaksinasi Covid-19
Sabtu, 30 Januari 2021 - 10:59 WIB
"Kita tidak tahu apakah ini seperti vaksin meningitis yang hanya 2 tahun kekebalannya atau seperti vaksin hepatitis yang bisa lebih lama, atau vaksin influenza yang hanya bisa bertahan 12 bulan saja," ungkap Menkes Budi dalam Webinar Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit yang disiarkan langsung MNC Portal Indonesia, Sabtu (30/1/2021).
Meski demikian, Indonesia menggunakan cara secara konservatif dengan mengambil waktu 12 bulan sebagai batas kekebalan tubuh pasca divaksin. Oleh sebab itu diharapkan dalam waktu 12 bulan, sebanyak 70 persen rakyat Indonesia bisa selesai mendapatkan vaksin.
Baca juga: Ultah, Maia Estianty Dikado Jam Tangan Seharga Apartemen
"Banyak orang yang menyadari vaksinasi untuk menjaga diri sendiri. Ini salah karena program ini untuk mencapai herd immunity. Sebanyak 70 persen rakyat Indonesia usia di atas 18 tahun kita harapkan memiliki kekebalan. Akibatnya virus ini tidak bisa menjalar dan menular ke orang-orang yang kebal. Dengan demikian laju penularan dan epideminya bisa kita tekan," kata Menkes Budi.
Meski demikian, Indonesia menggunakan cara secara konservatif dengan mengambil waktu 12 bulan sebagai batas kekebalan tubuh pasca divaksin. Oleh sebab itu diharapkan dalam waktu 12 bulan, sebanyak 70 persen rakyat Indonesia bisa selesai mendapatkan vaksin.
Baca juga: Ultah, Maia Estianty Dikado Jam Tangan Seharga Apartemen
"Banyak orang yang menyadari vaksinasi untuk menjaga diri sendiri. Ini salah karena program ini untuk mencapai herd immunity. Sebanyak 70 persen rakyat Indonesia usia di atas 18 tahun kita harapkan memiliki kekebalan. Akibatnya virus ini tidak bisa menjalar dan menular ke orang-orang yang kebal. Dengan demikian laju penularan dan epideminya bisa kita tekan," kata Menkes Budi.
(nug)
Lihat Juga :