Majukan Kuliner Nusantara, Panggung Inovasi Pangan 2021 Digelar di Yogyakarta
Kamis, 04 Februari 2021 - 16:22 WIB
Ada tiga fokus kegiatan PanganFest. Pertama, membantu mendesain ulang tampilan produk pangan serta packaging-nya agar lebih sesuai dengan selera kelas menengah, kelompok milenial, dan konsumen global. Kedua, membantu menyiapkan konten dan strategi digital marketing. Ketiga, menjadi promotor pameran atau festival pangan baik di dalam maupun luar negeri.
PanganFest adalah startup yang membantu para inovator pangan untuk melakukan hilirisasi agar produk pangan inovatif mereka bisa semakin dekat dengan konsumen. PanganFest menyiapkan panggung bagi inovator lokal di seluruh pelosok Nusantara supaya lebih visible di mata konsumen dan investor. PanganFest juga membantu proses upgrading menjadi “adirasa” agar lebih kompetitif di dalam persaingan global.
Baca Juga: Baju Bayi Instan Makin Diminati Para Ibu Selama Pandemi
Dengan PanganFest, diharapkan output-nya Indonesia akan segera menjadi leading future culinary destination, menjadi leader dalam future food innovation, dan menjadi future food startup nation.
“Modal kita ada semua, baik sumber daya maupun manusianya. Ini hanya persoalan mempercepat inovasi pangan, menginstal teknologi, kemudian memperkenalkannya ke tingkat regional dan global,” pungkas Rino.
PanganFest adalah startup yang membantu para inovator pangan untuk melakukan hilirisasi agar produk pangan inovatif mereka bisa semakin dekat dengan konsumen. PanganFest menyiapkan panggung bagi inovator lokal di seluruh pelosok Nusantara supaya lebih visible di mata konsumen dan investor. PanganFest juga membantu proses upgrading menjadi “adirasa” agar lebih kompetitif di dalam persaingan global.
Baca Juga: Baju Bayi Instan Makin Diminati Para Ibu Selama Pandemi
Dengan PanganFest, diharapkan output-nya Indonesia akan segera menjadi leading future culinary destination, menjadi leader dalam future food innovation, dan menjadi future food startup nation.
“Modal kita ada semua, baik sumber daya maupun manusianya. Ini hanya persoalan mempercepat inovasi pangan, menginstal teknologi, kemudian memperkenalkannya ke tingkat regional dan global,” pungkas Rino.
(tsa)
Lihat Juga :