Meski Pandemi, PSF dan Millealab Gelar VR Ambassador Indonesia
Kamis, 04 Februari 2021 - 21:45 WIB
foto / dok PSF
JAKARTA - Pandemi yang belum berakhir, kegiatan belajar mengajar tetap daring. Metode baru yang dapat memberikan kesenangan belajar dan dapat dibalut dengan teknologi. Salah satu solusi bagi tenaga pendidik dan peserta didik adalah dengan menggunakan teknologi Virtual Reality sebagai media pembelajaran.
Kebutuhan pendidikan akan teknologi Virtual Reality ini pun diaminkan oleh laporan dari World Economic Forum yang diterbitkan pada bulan Oktober 2020. Laporan ini menyebutkan bahwa penyerapan teknologi Virtual Reality dalam dunia pendidikan mencapai 70% hingga tahun 2025.
Baca juga : Angka Kematiannya Cukup Tinggi, Masyarakat Penting Kenali Gejala Kanker Paru
Dengan alasan tersebut, salah satu platform pendidikan yang peduli dengan perkembangan teknologi edukasi, LenteraEdu yang diinisiasi oleh Putera Sampoerna Foundation meyakini bahwa teknologi Virtual Reality dapat menjadi solusi bagi penyesuaian kegiatan belajar mengajar di era pandemi sekaligus sebagai gerbang untuk menyatukan teknologi yang bersahabat bagi tenaga dan peserta didik secara bersamaan.
Kebutuhan pendidikan akan teknologi Virtual Reality ini pun diaminkan oleh laporan dari World Economic Forum yang diterbitkan pada bulan Oktober 2020. Laporan ini menyebutkan bahwa penyerapan teknologi Virtual Reality dalam dunia pendidikan mencapai 70% hingga tahun 2025.
Baca juga : Angka Kematiannya Cukup Tinggi, Masyarakat Penting Kenali Gejala Kanker Paru
Dengan alasan tersebut, salah satu platform pendidikan yang peduli dengan perkembangan teknologi edukasi, LenteraEdu yang diinisiasi oleh Putera Sampoerna Foundation meyakini bahwa teknologi Virtual Reality dapat menjadi solusi bagi penyesuaian kegiatan belajar mengajar di era pandemi sekaligus sebagai gerbang untuk menyatukan teknologi yang bersahabat bagi tenaga dan peserta didik secara bersamaan.
Lihat Juga :