Terinspirasi Didi Kempot, Didiek Buntung Bertekad Lestarikan Lagu Campursari

Selasa, 09 Februari 2021 - 22:09 WIB
Didiek mengaku jika dirinya selalu mengambil inspirasi keindahan bunga asoka dalam karya lagunya. Penggunaan bunga asoka ini, kata dia, selain sebagai lambang penghormatan, juga harapan akan tercapainya kedamaian jiwa, jauh dari kesedihan dan derita. Sehingga yang tertinggal hanya kebahagiaan di dalam setiap hati manusia.

Dalam perjalanan kariernya sebagai penyanyi lagu campursari , Didiek berani mengklaim dirinya sebagai Raja Campursari. Hal tersebut didasari dengan keyakinan dan rasa percaya dirinya terhadap 22 karya lagunya yang sudah direkam di studio musiknya di kawasan Ungaran, Jawa Tengah.

"Saya ingin meneruskan perjalanan Mas Didi Kempot dan saya pantas disebut si Raja Campursari karena saya ciptakan lagu sendiri yang sudah lebih dari 40 lagu," tuturnya.

Baca juga: Sebelum Go Internasional, Agnez Mo Ngaku Pernah Gagal Tembus Amerika Serikat

Tinggal di Ungaran, Didiek memutuskan berkarier dari nol sembari memperkenalkan lagu-lagunya sebagai bagian dari mengenalkan budaya tradisional pada masyarakat terutama generasi muda. "Karena saya mampu melestarikan budaya lagu campursari dan saya bisa menciptakan banyak lagu campursari dan puji syukur laguku diterima oleh masyarakat luas," pungkasnya.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!