Rajin Edukasi di Medsos, Cynthia Jayanto Sukses Kembangkan Cyn Clinic
Sabtu, 13 Februari 2021 - 02:02 WIB
"Banyak pasien bilang kalau durasi konsul di sini bisa panjang. Mereka suka berpikir, 'Di sini mah enak bisa bisa berjam-jam; dokternya beda, dokternya tahu kebutuhan saya'. Padahal itu mengalir begitu saja agar saya tahu kebutuhan pasien apa, yang akhirnya membuat diagnosa saya tepat. Dengan diagnosa tepat, maka kualitas terjadi," ungkap dr Cynthia seperti terungkap melalui postingan Instagram @cynthia_dr, baru-baru ini.
"Pun ketika saya dapat profit, saya 'lempar' lagi mereka (pasien). Saya tambahkan fasilitas-fasilitas, pelan-pelan saya tambah alat, agar mereka nyaman. Karena saya mulai klinik ini dari nol," tambahnya
Wanita yang aktif melakukan edukasi seputar kesehatan dan kecantikan di media sosial ini juga menambahkan, kliniknya sudah memiliki SOP (standard operating procedure), dan itu pengaruhnya sangat signifikan untuk menjaga pasien lama tetap loyal atau menghadirkan pasien baru.
"Bahkan hal kecil seperti saat konsumen datang, terlepas treatment apa yang dia ambil, kami sediakan snack dan minuman. Kenapa saya lakukan itu –yang mungkin mengikis profit? Karena saya melihat ke depan. Karena, saya mencari pelanggan, bukan cari pasien yang suka pindah-pindah. Inilah yang saya tanamkan di sini. Dan menjadi game changer," urai wanita yang memiliki followers lebih dari 100.000 di akun Instagramnya ini.
Sementara itu, selama pandemi Covid-19 yang terjadi hampir setahun belakangan ini, dr Cynthia melakukan pivot bisnis agar bisa survive, yakni menjual produk dan vitamin lewat platform e-commerce. Langkah itu ditempuh karena pendapatan anjlok pada Maret 2020, berkurang 50 persen akibat tidak ada yang treatment. Semua orang takut datang ke klinik.
"Pun ketika saya dapat profit, saya 'lempar' lagi mereka (pasien). Saya tambahkan fasilitas-fasilitas, pelan-pelan saya tambah alat, agar mereka nyaman. Karena saya mulai klinik ini dari nol," tambahnya
Wanita yang aktif melakukan edukasi seputar kesehatan dan kecantikan di media sosial ini juga menambahkan, kliniknya sudah memiliki SOP (standard operating procedure), dan itu pengaruhnya sangat signifikan untuk menjaga pasien lama tetap loyal atau menghadirkan pasien baru.
"Bahkan hal kecil seperti saat konsumen datang, terlepas treatment apa yang dia ambil, kami sediakan snack dan minuman. Kenapa saya lakukan itu –yang mungkin mengikis profit? Karena saya melihat ke depan. Karena, saya mencari pelanggan, bukan cari pasien yang suka pindah-pindah. Inilah yang saya tanamkan di sini. Dan menjadi game changer," urai wanita yang memiliki followers lebih dari 100.000 di akun Instagramnya ini.
Sementara itu, selama pandemi Covid-19 yang terjadi hampir setahun belakangan ini, dr Cynthia melakukan pivot bisnis agar bisa survive, yakni menjual produk dan vitamin lewat platform e-commerce. Langkah itu ditempuh karena pendapatan anjlok pada Maret 2020, berkurang 50 persen akibat tidak ada yang treatment. Semua orang takut datang ke klinik.
Lihat Juga :