Stereotip Feminis Galak, Mengapa Bisa Ada?
Sabtu, 06 Maret 2021 - 11:43 WIB
Hal ini membuat para korban merasa tidak didukung dan justru disalahkan. Saat itulah biasanya feminis turun tangan membela para korban, tapi lalu malah dianggap galak.
“Tentu hal tersebut tidak bisa didiamkan. Banyak kekeliruan yang terbangun dalam masyarakat tentang feminisme. Hal itu yang harus kita perbaiki bersama. Saling memahami satu sama lain bisa dilakukan," ucap Mutiara.
Baca Juga: Sejarah Hari Perempuan Internasional, Bermula dari Aksi Buruh
Membaca, belajar, dan mencari pengetahuan lebih banyak tentang feminisme sangat dianjurkan. Dengan begitu kekeliruan dan saling hujat dapat dihindarkan. If you don’t have anything nice to say, keep it to your-self,” tegasnya.
GenSINDO
Widya Zhafirah Dezani
LSPR Communication & Business Institute
“Tentu hal tersebut tidak bisa didiamkan. Banyak kekeliruan yang terbangun dalam masyarakat tentang feminisme. Hal itu yang harus kita perbaiki bersama. Saling memahami satu sama lain bisa dilakukan," ucap Mutiara.
Baca Juga: Sejarah Hari Perempuan Internasional, Bermula dari Aksi Buruh
Membaca, belajar, dan mencari pengetahuan lebih banyak tentang feminisme sangat dianjurkan. Dengan begitu kekeliruan dan saling hujat dapat dihindarkan. If you don’t have anything nice to say, keep it to your-self,” tegasnya.
GenSINDO
Widya Zhafirah Dezani
LSPR Communication & Business Institute
(ita)
Lihat Juga :